Saturday, October 21, 2017

tergelincir

hati-hati tergelincir
seorang teman mengingatkan.
tidak perlu berulangkali
rambu-rambu terlewati.
akan dipatuhi.

jangan lelah 
mengingatkan lagi.
karena hanya teman sejati
yang masih disini
saat yang lain pergi.

hati-hati tergelincir.

Wednesday, October 18, 2017

tujuh

tak musti paham,
dengan apa yang tersurat.
karena sejatinya,
apa yang tersirat.

maka, pandailah
membaca tanda-tanda.
karena yakinlah
bahwa kesungguhan itu
memang ada.

[ tujuh ]


Monday, October 16, 2017

begitulah kamu

sampai juga kekhawatiran itu padamu.
lalu seberkas senyum kau berikan.
sudah seharusnya begitu, katamu.
begitulah kamu, mengiyakan.

mari melangkah bersama...

(15 menuju 16 oktober 2017)



Saturday, October 14, 2017

benar-benar

tidak mudah memang benar-benar ikhlas.

merelakan tanpa berharap kembali
memberi tanpa berharap menerima
hanya disampaikan, lalu tetap melepas 
dengan senyum.

ramuannya memang begitu,
dan hanya sedikit orang yang 
memahami,
karena memang bukan berharap 
orang akan paham.

ikhlas itu urusan antara 
diri sendiri dan pencipta.

sampai satu hari bertemu pencipta
dan ditanya, mengapa kau
melakukannya.

jawabnya apa?

nantilah kuberitahu jawabannya,
kan ini urusanku dengan Tuhan.

begitulah.

Friday, October 13, 2017

wajah renta dan tanya itu

sebenarnya bukan cuma sekali ini,
wajah renta itu bercerita tentang 
sesuatu yang mengganggu hatinya.

tapi, berbeda kali ini. 
kalimat pendek keluar dari lelaki 
yang pernah menjadi pemanduku 
keluar dari jenuhnya gedung batu.

wajah renta itu berkata tanpa senyum:
“apakah saya hanya menjadi beban mereka?”

dan aku tak sanggup menatap wajahnya.
terus mengiang hingga kuputuskan 
menyampaikan pada seorang kawan. 
ya hanya seorang itu, 
yang kupikir mampu membantuku 
mencari cara menjawabnya.

wajah renta yang menyisakan bercak hidup itu 
terus membayangi, bersama pertanyaannya.

aku tak akan meninggalkanmu dalam sunyi, 
begitu lirihku. 
entah janji, entah sangsi.


(tj redeb - balikpapan, 13 oktober 2017)