Saturday, June 21, 2008

mencoba

Beberapa waktu belakangan ini, saya sedang mencoba sesuatu yang baru, yaitu berdagang. Ya, berdagang, jual-beli, sediakan barang lalu terima bayaran. Saya mengikuti suara hati saja.

Berawal dari tertarik untuk berlangganan koneksi internet dengan koneksi 3G Interaxi yang disediakan Artron, sebuah perusahaan kecil milik kawan. Koneksi dibawah pita Indosat ini mengenalkan saya menggunakan modem HSDPA, setelah sebelumnya saya bertahan menggunakan handphone T610 sebagai modem.

Kehandalan modem HSDPA yang saya gunakan, dikombinasikan dengan kualitas koneksi , membuat saya tertarik untuk mengajak kawan-kawan dekat untuk berlangganan. Inilah awalnya. Hingga hari ini, setidaknya beberapa unit modem telah berpindah tangan, dari distributor, melalui saya, lalu digunakan oleh pelanggan. Sebagian besar menggunakan jasa koneksi 3G Interaxi.

Saya belajar banyak dari semua transaksi jual-beli yang saya lakukan selama ini. Entah soal beragamnya komentar, atau hal-hal yang berbau strategi marketing dan bahkan juga seni menghadapi pelanggan.

Satu hal baru lain, masih soal berdagang, yang sedang saya coba juga, adalah membuka kios kecil yang menyediakan peralatan memancing. Ya, memancing ikan. Usaha patungan dengan Pak Yono dan dengan dukungan juragan pancing Markiving Chevny ini telah diujung persiapan. Jika semua lancar, Senin nanti kami mulai menata kios, dan minggu depan sudah bisa mulai buka.
Persiapan, negosiasi, belanja persiapan dan mengatur layout kios, memperkaya pengalaman saya.

Berdagang memang bukan sekedar melepas barang untuk sejumlah uang. Markiving bilang, temukan kenikmatannya, bukan sekedar membeli dengan satu rupiah lalu menjual dengan harga dua rupiah. Masing-masing orang punya misteri temuan.

Bagi saya, mencoba hal baru, bersama Pak Yono dan Markiving yang sudah kenyang di dunia dagang itu, ibarat pertama kali masuk toilet yang beraroma wangi karbol dengan lantai dan closet yang bersih, air bersih yang lancar dan... tepat saat saya kebelet.
Problemnya buat saya cuma satu, apakah setelah saya melepaskan hajat nanti saya punya kemampuan untuk tetap menjaga kondisi toilet seperti semula? Bukan cuma untuk orang lain, tapi untuk saya juga, supaya saya tetap bisa buang hajat dengan nyaman di kemudian hari.

Saya mengikuti kata hati saja, mudahan tidak ada yang salah dengannya.

Friday, June 6, 2008

pagi di sei ahas



pagi di sungai ahas
[kalteng, mei 2008]

anak kapuas



anak kapuas, menonton kami...
[kapuas, kalteng, mei 2008]

mereka para pemancing juga

Mereka memancing... di Kapuas, Kalteng. Sederhana saja. Bilah bambu, tali nylon, sebutir timah kecil, mata kail, cacing sebagai umpan..

"iseng saja, sepulang kantor", begitu mereka kata.
Ikan selebar dua jari orang dewasa, berkali-kali diangkat, dikumpulkan, "digoreng, enak", begitu lanjutnya.

Nasib si ikan mungkin beruntung, jadi pasokan gizi para pemancing. [kapuas, mei 2008]

manusia juga

Manusia juga. Itu yang harusnya diingat.
Entah jabatan, entah pangkat, entah uang, entah perilaku, entah ucapan, entah... macam-macam.

Lucu memang. Sebelumnya berseteru, bertikai, bertolak belakang, bermusuhan, ber...ber...ber...
Lalu, hari ini saling sinergi, bahu-membahu, saling melindungi, saling menutupi, saling...

Karenanya, kulihat manusia-nya. Bukan yang lain. Karenanya, tak perlulah merasa lebih dari yang lain, seperlunya saja. Jika lebih mampu, lakukan itu untuk membantu. Jika lebih banyak, lakukan itu untuk hal-hal yang layak. Jika lebih tinggi, selalulah berendah hati.

Karena, manusia juga, bukan setan, bukan iblis, bukan tuhan. Tidak akan berubah.

Monday, June 2, 2008

FPI, lagi-lagi gebukin orang

Berita Minggu... FPI mukulin orang,

Berita MetroTV

rame di milis, rame di internet,
juga ada gambar Munarman,
yang kukenal dulu sebagai motor LBH,
berpakaian hitam-hitam, mencekik partisipan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan,

Gus Dur usul (lagi) FPI dibubarkan,
Ali Masykur Musa setuju FPI dibubarkan,
SBY minta hukum ditegakkan,
JK bilang jangan anarkis,
MenkumHAM bilang tidak berwenang bubarkan FPI,
Bambang Hendarso tangkap 5 anggota FPI,
Member milis bilang ini mainan intelejen,
SMS masuk bilang yang sama, "goblok lu! itu mainan intelejen! jangan kemakan!"

saya disini, merenungi cerita itu, membayangkan jika bapak, ibu, istri, anak-anak dan saudara saya digebukin, diinjak-injak, nyonyor berlumuran darah...
apa yang kemudian akan saya lakukan?
wallahualam!

Friday, May 23, 2008

maju mundur ala batavia airlines

"Jadwal penerbangan bapak mengalami perubahan, menjadi lebih awal 1 jam, boarding pukul 08.10 pagi, mohon sudah check-in satu jam sebelumnya, pak", demikian suara merdu dari petugas layanan batavia-air menelepon saya tanggal 22 pukul 9 malam hari. Rupanya, penerbangan 7P-371 rute Jakarta - Palangkaraya dipercepat, lumayanlah, bisa lebih awal tiba di Palangkaraya, supaya bisa bolak-balik dokumen2 yang ada.

Sambil masih sedikit mengantuk, karena tidur hanya sekejap, pukul 7 pagi saya sudah berada di ruang tunggu keberangkatan yang masih sepi. Tadi, petugas check-in wanti-wanti "pukul 7.25 kita boarding, Pak", mateb banget suaranya. Gak masalah datang terlalu awal, toh saya punya koneksi internet kecepatan tinggi (he..he..) yang bisa online dimana saja, lumayan daripada bosen. Buka laptop di deket colokan listrik (maklum laptop cap ikan punya saya ini baterenya standart, 1 jam udah ko'it), indikator wireless connection membaca ada layanan wifi yang terbuka, Xpoint, supported by XL. Lumayan, gratis. Modem HSDPA pun lega, tidak jadi bekerja.

Pukul 7.30, saya beranikan tanya pada petugas ruang tunggu, belum ada perubahan katanya. Selang satu menit kemudian, si petugas malah berdiri dan mengumumkan penundaan keberangkatan menjadi 9.10, kembali ke jadwal semula. Lha???. Dua menit kemudian, snack dibagikan, kompensasi penundaan nampaknya (si petugas rupanya menunggu mengumumkan penundaan sampai snack tersedia di ruang tunggu, boleh juga strateginya).

Lamat-lamat terdengar gerutuan para penumpang, dua orang perempuan separuh baya yang sedari tadi ngobrol terdengar sengaja mengeraskan percakapan mereka, "ngapain ditelepon ada perubahan jadwal maju segala sih, bukannya jadwalnya tetap aja? bikin kita gak enak tidur". Gerutuan terus berlanjut, sahut-menyahut. Si petugas ruang tunggu tanpa ekspresi, mengatur kotak-kotak snack, sudah biasa rupanya dia.

Menarik juga, kalau ini adalah strategi Batavia Air untuk menjual seat, maka bisa jadi manjur. Karena, setidaknya pada pukul 7 pagi sudah terlihat mana seat yang canceled, bisa ditawarkan pada penumpang waiting list. Maju-mundur ala Batavia, boleh juga.