Friday, March 23, 2007

DPR dan laptop

Berita di tivi dan Koran soal seluruh anggota DPR akan mendapat jatah laptop bikin saya tersenyum. Lumayan, ada yang bisa bikin saya tersenyum seminggu belakangan ini.

Saya tersenyum membayangkan para anggota DPR yang terhormat itu berjalan kesana-kemari menenteng tas berisi laptop.

Saya tersenyum membayangkan isi laptop mereka adalah daftar email aduan masyarakat konstituen mereka, atau file-file penting tentang perilaku eksekutif yang korup dan akan mereka bahas secara serius dalam rapat dewan yang terhormat.

Saya tersenyum membayangkan mereka membuka laptop, mengaktifkan fasilitas wifi, lalu akses internet untuk mendapatkan data-data akurat tentang rencana-rencana negara-negara maju yang akan mereka jadikan inspirasi untuk membangun negara yang sedang sakit ini.

Saya tersenyum membayangkan mereka mendiskusikan rencana untuk menjadikan internet sebagai komoditas wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga dari mereka lalu keluarlah usulan inisiatif aturan tentang fasilitas gratis akses internet dengan laptop dan desktop dimana-mana, dengan fokus pada program melek internet bagi seluruh rakyat negri ini.

Cuma, saya harus kehilangan senyum saya waktu membayangkan para anggota dewan yang terhormat ini akan memperlakukan laptop mereka sama dengan communicator yang dulu ramai-ramai mereka beli itu. Communicator dengan fasilitas komunikasi yang lengkap itu ternyata cuma berguna untuk sms panjang, dan dikeluarkan saat rapat, mencatat hal-hal yang katanya penting, lalu… ya sesekali melihat-lihat gambar video hasil kiriman teman mereka tentang sejawat mereka yang pernah bebugil ria, ya begitu saja, lain tidak.

Saya harus kehilangan senyum saya saat membayangkan para anggota dewan yang terhormat itu termangu di depan laptop mereka, karena yang mereka tau tentang laptop adalah mengetik dan menjumlah, hanya itu. Lalu, laptop itu akan lebih banyak berada di tangan para asisten, atau punggawa, atau bahkan teman yang entah menggunakannya untuk kepentingan apa.

Saya jelas kehilangan senyum saya saat membayangkan betapa ukuran dari kinerja anggota dewan yang terhormat itu hanya sebatas memiliki laptop belaka.

Saya akan batal tersenyum jika membayangkan sekian puluh teman-teman saya yang bukan anggota dewan yang terhormat berusaha mati-matian dengan kocek sendiri menabung, kredit, bahkan berhutang kesana-kemari untuk bisa mendapatkan sebuah laptop usang yang akan mereka gunakan untuk bekerja, mencari uang dan membantu kelompok masyarakat yang selama ini butuh pembelaan. Sedangkan di gedung megah yang selalu dingin, tempat para anggota dewan itu setiap hari bekerja, laptop-laptop hasil tender dengan uang hutangan negri ini menganggur begitu saja di dalam lemari, berdebu, lalu pelan-pelan spesifikasinya ketinggalan jaman dan kemudian hilang entah kemana.

Tapi, saya kembali sedikit tersenyum, tetapi pahit, waktu membayangkan para anggota dewan yang terhormat itu bersidang, dalam suasana hiruk pikuk, lalu ketua dewan mengetukkan palu sidang dengan sangat keras sambil berteriak, “PARA ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT….. KEMBALI KE… LAPTOP!”…

Jika untuk Tukul Arwana saya akan acungi jempol atas kekampungannya menantang patron para presenter yang sok cerdas, tapi jika hanya itu yang akan ditirukan oleh anggota dewan yang terhormat saat menggunakan laptopnya, saya cuma akan bilang…. para anggota dewan yang terhormat, anda benar-benar KAMPUNGAN!!

1 comment:

dtborneo said...

kalau mau migrasi lagi
aku sediakan blog gratis di artronweb.net sebagai subdomain, cuma formatnya Wordpress... he..he..he..