Thursday, May 31, 2007

lima mati ditembak tentara laut

"sesuai prosedur", "sudah lepaskan tembakan peringatan", "anggota saya terdesak", "anggota saya dikejar-kejar dengan clurit dan parang". Ini kalimat tentara laut itu di layar tivi tadi pagi, soal marinir memberondong orang-orang bersendal jepit, bunting, dan anak kecil..
dalam kesusahanku belakangan ini, aku bingung dengan ketololan orang-orang itu. ngapain tentara laut jaga tanah? pakai bawa senjata api pula. yang bisa bunuh orang dari jarak ratusan meter? ini kebijakan apa?
itulah, tentara dilatih perang tiap hari, tapi memang gak ada perang-perang, makanya saat "terdesak" muntahlah peluru yang membunuh itu.
tinjau saja peran tentara dalam urusan sipil, ah!

2 comments:

Uus said...

Sama dengan kasus-kasus lainnya, katanya peluru yang mengenai korban adalah peluru yang memantul. Apa memang ada prosedurnya, kalau sudah memberikan tembakan peringatan, lantas menembak ke tanah sehingga pelurunya memantul? Apa maksudnya dengan peluru yang memantul itu sudah berkurang kecepatan dan daya bunuhnya? Sehingga tidak membahayakan. Menurut kawan kita yang dari angkatan, peluru itu nggak punya mata. Lantas gimana para petinggi tentara laut itu bisa segera menyatakan bahwa peluru itu memantul tanpa bertanya pada peluru-peluru itu?

-- said...

Uus:
Itulah, Us. Silat lidahnya sudah gak jelas. Mau mantul kek, mau langsung kek, mau zig-zag kek. Yang jelas, ngapain sih tentara jaga tanah pake bawa senjata? Bawa senjata itu disana tuh, di perbatasan. Musuhnya tentara itu ya tentara lain dari negara lain, atau yang urusannya mengancam negara lah. Urusan dengan rakyat kok bawa senjata. Trus ada alasan membela diri lagi. Ck..ck.. emangnya kalau membela dan menyelamatkan diri, lalu boleh bunuh perempuan hamil dan tembak kepala anak kecil gitu? dasar tentara goblok!! (panthom)