Friday, May 11, 2007

pertemuan membosankan

Saya sedang mengikuti pertemuan 3 hari yang dilaksanakan oleh kantor Jakarta. Perwakilan dari seluruh Indonesia, begitu katanya, diminta hadir.
Pertemuan yang entah bentuknya training atau diskusi atau penyuluhan ini seperti mengabaikan metode pertemuan efektif, yang selama ini diproduksi oleh proyek mereka sendiri.
Presentasi dengan LCD projector dengan font kecil yang tak terbaca dari jarak 5 meter, Sound system yang lebih sering sayup-sayup ketimbang normal, alur diskusi yang simpang siur, ditambah cara presenter yang tidak meyakinkan, membuat sebagian besar peserta lebih suka mencari-cari bahan pembicaraan lain yang lebih menarik.
Belum lagi peserta yang dibiarkan berkelompok tanpa tujuan, membuat pulau-pulau buzz-group semakin tak terkendali. Puncaknya, sekelompok orang yang sepertinya merasa superior secara atraktif beranjak menuju meja kue-kue padahal presenter masih bicara di depan. Mereka menentukan sendiri kapan waktu untuk jeda minum kopi!
Entah mengapa, saya enggan melakukan Guerilla Facilitation seperti yang diusulkan Budhsi via YM. Saya merasa tidak punya energy untuk melakukannya. Mungkin karena beberapa pikiran yang selalu melintas-lintas belakangan ini.
Akhirnya, saya cuma diam saja, sambil melirik laptop saya yang dipinjam Yando untuk chat dengan Dani. Selebihnya, ngantuk. Inilah pertemuan yang paling membosankan selama hidup saya.

No comments: