Wednesday, December 26, 2007

menulis

lama aku tidak menulis.
cuma tampilkan foto-foto hasil keisengan selama perjalanan kerja. katanya gambar bicara banyak, nyatanya enggak juga. mungkin karena foto-fotoku kuambil tanpa maksud, tanpa makna hasilnya.
sore ini, setelah lelah menghajar tuts laptop merk kadal ini, aku pengen menulis. menulis apa saja.

banyak kejadian yang kutonton di tivi dan kubaca di koran (maaf, aku tidak pernah mendengarkan radio) melintas, tiba-tiba saja.

kejadian penghujatan ahmadyiah, bahkan ba'asyir pun turut sumbang fatwa. sebentar lagi ahmadiyah bakal menjadi almarhum dan almarhumah. aku tidak bersedih, tapi juga tak bergembira. persoalan keyakinan bukan urusanku. paling aku cuma bicara pada tuhan untuk tidak terlalu sering becanda kepada bangsa ini. apalagi becanda soal yakin-meyakini atas ajaran & keberadaannya.

kejadian longsor sukses mengurangi angka kemiskinan di di karanganyar, jawa tengah. gambar jasad ibu dan anak saling berpelukan menghiasi berita semua stasiun tivi dan koran-koran. presiden susilo pun merasa harus turut berduka, secara khusus ia menyampaikannya melalui tivi dan koran. sedangkan si ibu bupati lantang bilang kalau sudah jauh-jauh hari mensosialisasikan (susah amat nulisnya!!) bahaya banjir dan tanah longsor. rupanya si ibu bupati mau bilang kalau itu sudah diantisipasi, tapi masyarakatnya yang gak mau denger. nasibnya masyarakat. aku gak ngerti jalan pikiran ibu bupati ini. mungkin dia sedang panik.

koran lokal memuat berita tentang empat gubernur kalimantan sepakat bikin listrik tenaga nuklir di kalimantan. dasarnya adalah adanya kecenderungan kekurangan pasokan listrik di masa depan. beberapa tempat disebut-sebut sebagai calon lokasi dibangunnya generator yang berpotensi merubah DNA manusia secara cepat ini. buatku, gagasan ini adalah gagasan pelintiran belaka. akal-akalan para ahli-ahli nuklir dan empunya modal belaka. toh harusnya kalimantan bisa mandiri energi dari sumber yang ada, asal jangan main jual seperti sekarang. kenapa ndak bersepakat saja untuk konsentrasi mineral bumi kalimantan ini untuk kalimantan. lalu, sambil digunakan secara hemat-ketat, carilah alternatif yang ramah lingkungan dan kesehatan, dan bilang saja pada jakarta bahwa nuklir dibangun di jakarta sana, pengguna listrik terbesar di negeri ini. menurutku sih, para gubernur itu gak ngerti-ngerti amat tentang nuklir, sama dengan kebanyakan masyarakatnya, termasuk aku. siapa pula yang membisikkan gagasan nuklir di kalimantan itu kalau bukan mereka yang katanya jago-jago nuklir itu.

[seorang teman kantor menyapa lewat yahoo-messenger; sekarang aku berkantor secara virtual, cilakanya, aku musti selalu online, dan itu makan bandwith, makan listrik, maka, aku menyumbang pada keborosan listrik kalimantan.. huh!]

hmm.. mood menulisku hilang sudah...
nanti sambung lagi.. kalau ada mood dan sambungan internet...

:-)

No comments: