Saturday, January 19, 2008

tak kasat mata

Ini catatan tersisa saja, dari beberapa perjalanan ke berbagai tempat.

Ini soal kemampuan non teknis, kemampuan setengah normal, kemampuan paranormal.

Seringkali saya mendengar cerita tentang kemampuan seseorang (biasanya berasal dari masyarakat) untuk membunuh orang lain tanpa sedikitpun menyentuhnya. Bahkan juga tanpa harus melihat, dari jauh saja, bisa berjarak puluhan sampai ratusan kilometer. Cerita itu saya dengar di hampir semua tempat, semua pulau. Sebut saja Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali, termasuk pulau-pulau kecil di sekitar laut flores.

Semua cerita berawal dari hal-hal serupa, ialah perselisihan, yang kebanyakan soal wilayah dan hubungan kekeluargaan. Lalu, cerita berujung pada perkembangan terkini kemampuan "membunuh jarak jauh" ini. Seringkali ditutup dengan pernyataan bahwa cerita-cerita itu terbukti dengan terjadinya sesuatu beberapa waktu yang lalu. Entah minggu lalu, entah bulan lalu, atau tahun lalu. Yang jelas, tidak terlalu lama.

Saya menanggapi semua itu dengan serius, sejujur-jujurnya serius. Karena, bagi saya, soal kekuatan supranatural bukan sesuatu yang perlu ditolak. Toh agama saya memerintahkan untuk percaya pada hal-gal tidak kasat mata. Lagi pula, dalam satu kesempatan, saya pernah juga mencoba ikutan atraksi "bambu gila", yaitu bambu yang dapat bergerak sendiri, sekuat apapun sekelompok orang memegangnya. Setidaknya saat itu saya sudah mencoba melawan dengan menguatkan dalam hati bahwa semua itu adalah tipuan belaka. Nyatanya, si bambu tetap saja bergerak keras, membuat kami terjengkang keras.

Kekuatan-kekuatan itu, lalu diceritakan, juga digunakan untuk kepentingan perjuangan. Di satu tempat, mereka menggunakannya untuk menyingkirkan satu-persatu, setiap hari, pegawai-pegawai perusahaan yang telah merusak kuburan adat. Ya, mati satu orang setiap hari. Konon tercatat 35 orang mati tanpa sebab, dalam waktu 35 hari. Walaupun ini bisa jadi cara jitu
untuk mengurangi angka kepadatan penduduk Indonesia, tapi jelas bukan sesuatu yang harus kita replikasi. Tapi, cara ini berhasil membungkam perusahaan perusak makam itu untuk membayar ganti rugi dan hengkang!

Jadi, entah itu energi, entah itu jin, hasilnya sama saja, ialah adanya aktivitas tak kasat mata. Dan, aktivitas itu, lebih sering diceritakan, dalam versi pemusnahan jiwa orang lain.

Namanya juga cerita, selalu harus penuh dengan sensasi. Saya adalah korban sensasi itu.

1 comment:

Amelia said...

sebenernya saya juga percaya sama hal-hal yang berbau gaib....

mksud dari artikel yang tak kasat mata ini tentang santet atau sejenis nya lah..

memang di indonesia masih banyak hal-hal seperti ini dilakukan terlebih lagi kepercayaan masyarakat nya juga terhadap hal-hal mistis..