Wednesday, March 5, 2008

komunikasi data di sempaja

Sempaja, sebuah wilayah di sedikit Utara kota Samarinda. Dulu kawasan ini adalah kawasan kebun-kebun (bukan perkebunan) masyarakat, berhutan dan becek berlumpur. Sekarang, sudah dipenuhi rumah-rumah, jalan beraspal mulus, listrik, air dan telepon.

Sayangnya, fasilitas komunikasi data masih enggan menyapa Sempaja. Lamat-lamat teringat kembali komplain keras saya pada Telkom Samarinda, karena saya tak bisa koneksi dengan baik saat menggunakan fasilitas Telkomnet instant. Kala itu, perlu dial 080989999 berulangkali hingga terkoneksi. Itupun belum tentu dapet koneksi internet. Petugas telkom yang datang dua kali ke rumah, akhirnya berkesimpulan bahwa system pada wilayah sempaja tak mendukung. Kala itu saya cuma merenungi nasib saja.

Sekarang, koneksi telkomnet sudah lancar saja, walaupun speed-nya lebih lelet dibandingkan warnet ber-client 8 PC. Sinisnya, murah kok mau cepet!

Sekarang, di jaman koneksi kecepatan tinggi ini, nampaknya saya harus kembali merenungi nasib, menerima koneksi seadanya. Betapa tidak, saat bertanya apakah saya dapat menikmati koneksi (yang katanya cepat) speedy itu, Telkom bilang nomer telepon rumah saya (yang berawalan 250***) belum bisa mendapat layanan speedy, karena (lagi-lagi) system tidak mendukung.

Lalu, coba lirik layanan lain, masih dari layanan Telkom, yaitu Telkomflash. Toh hasil sama saja, tidak ada signal 3G di perumahan saya. Cuma dapet GPRS dengan tarif perkilobyte yang mengeringkan kantong itu. Cepat? enggak juga. Jadi, tetap saja mahal jatuhnya.

Provider lainpun sama saja. Xplor yang super murah itu bahkan lebih banyak blank-nya ketimbang bersignal, apalagi bisa terkoneksi internet. Akhirnya bulan lalu saya hentikan saja berlangganan Xplor itu. Lagi, murah kok minta cepet dan luas coverage!

Terakhir, saya sedang coba koneksi 3.5G Indosat. Walaupun jelas tidak bakalan dapet 3.5G, tapi saya sedang berharap kinerja koneksi yang hanya data (dan tak bisa voice atau SMS ini) bisa lebih cepat dari semua provider yang pernah saya coba. Hasilnya, memang betul, koneksi berbasis GPRS yang saya dapat memang sedikit lebih cepat, walaupun masih sangat jauh lebih lambat jika dibandingkan kalau saya bergeser sedikit mendekati pusat kota Samarinda.

Jadi, gak perlulah jauh-jauh mencari daerah pedalaman yang tak tersentuh fasilitas komunikasi data yang baik, cukup ke Sempaja saja. Bagaimana mau mengembangkan masyarakat melek internet?

No comments: