Wednesday, March 5, 2008

PP 2/2008, gak jelas maksudnya

Pada tanggal 4 Maret 2008, di PPHT Unmul, Fakultas Kehutanan Unmul bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Fahutan Unmul, mengadakan diskusi tentang PP nomor 2 tahun 2008.

Terlalu banyak argumen yang Dephut keluarkan untuk sebuah PP yang memicu ketidaksukaan para rimbawan.
Sederhana saja, ini persoalan bagaimana kesalahan pikir bahwa pemasukan negara bisa berlimpah jika bisa memanfaatkan secara langsung barang-barang berharga yang ada di bumi ini. Pikiran pendek soal berapa rupiah yang akan dihadirkan, atas nama kesejahteraan rakyat.

Presiden lama bikin aturan, maka presiden baru mengamankan. Alasan saja. Yang benar adalah hutan bukanlah barang penting di negeri ini. Tak lagi menghasilkan uang. Maka harus cari sumber lain atas nama penghasilan negara.

Entah mengapa tak dipikirkannya nilai-nilai tersembunyi dari kualitas hutan yang sehat? Mengapa tak memilih menyehatkan hutan agar mendapat nilai-nilai tersembunyi itu? rasanya jauh lebih bermanfaat.

Kalau pemimpin tak lagi berfikir waras, sudahlah, tidak ada kata lain selain memberikan kewarasan. Caranya? terserah anda. Kalau saya, tolak PP nomor 2 tahun 2008. Sebagai entry point. Setelahnya, kita atur lagi.

No comments: