Tuesday, December 22, 2009

Nusantara Fishing Tournament 2009 Piala Bupati Kutai Timur Telah Mengabaikan Aspek Konservasi Biota Laut



Nusantara Fishing Tournament 2009 Piala Bupati Kutai Timur Telah Mengabaikan Aspek Konservasi Biota Laut.

Dalam tournament yang ditayangkan di stasiun TV swasta itu, telah terpancing seekor Hiu Paus (Rhincodon typus), spesies yang masuk dalam kategori VU (Vulnerable) atau "Rentan" dalam IUCN Red List, hanya satu level dibawah NT (Near Threatened) atau "Hampir Terancam".  

Dengan status tersebut, seharusnya Hiu Paus dengan berat kurang lebih 1 ton itu harus langsung di release, bukannya justru ditarik ke darat.  Seharusnya panitia dan Pemerintah Kabuaten Kutai Timur memahami prinsip-prinsip konservasi seperti ini sebelum melaksanakan lomba. 

Selain itu, khusus untuk kelompok Marlin, metode yang harusnya diterapkan adalah "catch and release" atau "tangkap dan lepaskan", mengingat populasi kelompok Marlin ini sudah menurun.  Lebih bagus lagi jika panitia menyediakan tag khusus untuk Marlin yang tertangkap.  Sehingga, metodenya menjadi "tag and release".  Dengan begitu, tournament ini akan berkontribusi dalam pencatatan populasi dan migrasi kelompok Marlin yang terkenal itu.

Sangat disayangkan, nampaknya rekan-rekan penyelenggara di Sangata kurang jeli dengan aspek-aspek konservasi biota laut ini.

Friday, December 18, 2009

iwan fals: satu-satu

Satus- satu
(by Iwan Fals)

Satu satu daun berguguran
Jatuh ke bumi dimakan usia
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda

Satu satu tunas muda bersemi
Mengisi hidup gantikan yang tua
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda

Waktu terus bergulir
Semuanya mesti terjadi
Daun daun berguguran
Tunas tunas muda bersemi

Satu satu daun jatuh kebumi
Satu satu tunas muda bersemi
Tak guna menangis tak guna tertawa
Redalah reda

Waktu terus bergulir
Kita akan pergi dan ditinggal pergi
Redalah tangis redalah tawa
Tunas tunas muda bersemi

Waktu terus bergulir
Semuanya mesti terjadi
Daun daun berguguran
Tunas tunas muda bersemi

Thursday, December 17, 2009

iwan fals: lagu satu

Lagu Satu
(by Iwan Fals)

Jalani hidup
Tenang tenang tenanglah seperti karang
Sebab persoalan bagai gelombang
Tenang tenang tenanglah, sayang

Tak pernah malas
Persoalan yang datang hantam kita
Dan kita tak mungkin untuk menghindar
Semuanya sudah suratan

Oh matahari
Masih setia
Menyinari rumah kita

Tak kan berhenti
Tak kan berhenti
Menghangati hati kita

Sampai tanah ini inginkan kita kembali
Sampai kejenuhan mampu merobek robek hati ini

Sebentar saja
Aku pergi meninggalkan
Membelah langit punguti bintang
Untuk kita jadikan hiasan

Tenang tenang tenanglah sayang
Semuanya sudah suratan
Tenang tenang seperti karang
Bintang bintang jadikan hiasan

Berlomba kita dengan sang waktu
Jenuhkah kita jawab sang waktu
Bangkitlah kita tunggu sang waktu
Tenanglah kita menjawab waktu

Seperti karang
Tenanglah
Seperti karang
Tenanglah

Tuesday, December 15, 2009

iwan fals: hadapi saja

Hadapi Saja
(by Iwan Fals)

Relakan yang terjadi takkan kembali
Ia sudah miliknya bukan milik kita lagi
Tak perlu menangis tak perlu bersedih
Tak perlu tak perlu sedu sedanmu
Hadapi saja

Pasrah pada Ilahi
Hanya itu yang kita bisa
Ambil hikmatnya ambil indahnya
Cobalah menari cobalah bernyanyi
Cobalah-cobalah mulai detik ini
Hadapi saja

Hilang memang hilang
Wajahnya terus terbayang
Berjumpa di mimpi
Kau ajak aku untuk menari,
Bernyanyi bersama bidadari,
malaikat dan penghuni surga

Relakan yang terjadi takkan kembali
Ia sudah miliknya bukan milik kita lagi
Pasrah pada Ilahi hanya itu yang kita bisa
Ambil hikmatnya ambil indahnya

Tak perlu menangis tak perlu bersedih
Tak perlu tak perlu sedu sedan itu
Hadapi saja

Cobalah menari cobalah bernyanyi
Cobalah cobalah mulai detik ini
Hadapi saja

iwan fals: lagu untuk penyaksi

Lagu Untuk Penyaksi
by Iwan Fals

Matinya seorang penyaksi
Bukan matinya kesaksian
Tercatat di relung jiwa
Menjadi bara membara
Duka cita terdalam

Hari ini kisahmu abadi
Berbaringlah kawan
Berbaringlah dengan tenang

Matinya seorang wartawan
Bukan matinya kebenaran
Tercatat dengan kata sakti
Menjadi benih yang murni
Duka cita terdalam

Hari ini kisahmu abadi
Berbaringlah kawan
Berbaringlah dengan tenang

Sunday, December 13, 2009

Membalik

[untuk Komunitas Terbalik di http://www.facebook.com/group.php?gid=222297281347]

Komunitas Terbalik, bukan sesuatu yang terlalu istimewa. Pada awalnya dibuat untuk murni keisengan belaka. Dimulai dari komentar untuk sebuah foto profil terbalik, lalu menjadi komunitas di facebook.
Memang tidak berangan-angan menjadi besar dan aktif. Komunitas ini mungkin juga akan bernasib sama dengan group-group solidaritas lainnya, semacam solidaritas untuk Prita atau Bibit-Chandra. Tidak perlu terbebani, karena memang group ini tidak bertarget apa-apa.

Mumpung lagi ada ide, saya hanya ingin bertanya-tanya, apakah terbalik itu bisa serius? Jangan dulu berfikir terlalu sulit, karena mudah saja, tentu semua hal bisa menjadi serius. Tergantung bagaimana anda mensikapi.

Terbalik. Saya bisa mengartikan terbalik sebagai sebuah metode interaksi, dan saya sebut sebagai metode MEMBALIK. Misalnya begini; Saat anda berbicara dengan seseorang, pernahkah anda menempatkan diri anda menjadi orang itu? Pada saat itu juga! Artinya, anda MEMBALIK posisi bicara. Anda menjadi dia, dia menjadi anda.
Menurut saya, selama ini kita cenderung tidak melakukannya. Kalaupun melakukannya, kita akan merekonstruksinya beberapa saat setelah interaksi (pembicaraan) berakhir.
Lalu? apa manfaat MEMBALIK ini? Saya sendiri tidak tau pasti. Karena menurut saya, reaksi dan hasil penerapan metode ini akan berbeda pada setiap individu.
Saya hanya membayangkan, saat kita memaki seseorang, dan pada saat yang sama kita MEMBALIK, bukankah kita akan bereaksi terhadap makian kita sendiri? Begitu pula saat kita memuji kecantikan, ketampanan atau kecakapan seseorang, pada saat yang sama MEMBALIK tentu akan membuat diri kita bereaksi terhadap pujian yang sedang kita lontarkan.

Jika kita berhasil menerapkan metode MEMBALIK ini, mungkin kita tidak akan menemui benturan-benturan besar dalam berinteraksi. Karena, kalau kita sendiri yang harus merugi oleh ucapan dan perilaku kita sendiri, lalu mengapa harus mengucapkan dan melakukannya?

Bayangkan jika kita bisa MEMBALIK beberapa saat sebelum kita berinteraksi. Kita akan menjadi orang yang sangat siap menghadapi reaksi!

Jadi, MEMBALIK nampaknya penting, dan serius. :-)

Friday, December 11, 2009

In Dino

In Dino, Dil Mera, Mujhse Hai Keh Raha
Tu Khaab Saja, Tu Ji Le Jara
Hai Tujhe Bhi Izaazat, Karle Tu Bhi Muhabbat

Berang Si Hai Badi Zindagi Kuchh Rang To Bharoon
Main Apani Tanahaayi Ke Waaste Abbb Kuchh Toh Karoon

Jab Mile Thodi Fursat, Mujhse Karle Muhabbat
Hai Tujhe Bhi Izaazat, Karle Tu Bhi Muhabbat

Usako Chhupaakar Main Sabse Kabhi Le Chaloon Kahin Door...
Aankhon Ke Pyaalon Se Pita Rahoon Usake Chehre Ka Noor

Iss Jamaane Se Chhupakar, Puri Karloon Main Hasrat
Hai Tujhe Bhi Izaazat, Karle Tu Bhi Muhabbat

In Dino, Dil Mera, Mujhse Hai Keh Raha
Tu Khaab Saja, Tu Ji Le Jara
Hai Tujhe Bhi Izaazat, Karle Tu Bhi Muhabbat

[didedikasikan untuk kesukaan yang tiba-tiba muncul karena ketidaksengajaan]

benar

anda merasa benar,
maka anda akan menjadi benar.
jika anda tidak benar,
tetap saja menjadi benar.
karena,
anda merasa benar.

[tulisan busuk, hasil jeratan janji pada diri sendiri, untuk menulis minimal sebulan sekali]