Tuesday, June 15, 2010

sekumpulan cerdas tangkas

enam bulan lewat, baru nulis lagi...
ini namanya penghianatan diri sendiri..
***

sekumpulan orang yang merasa dirinya cerdas tangkas,
sedang berkumpul-kumpul dibawah gedung tumpul.
membahas alas gumijau, orang-orang, bukan orang utan,
memproklamirkan diri sebagai pahlawan sejati pembela kebenaran,
saling beradu kedigdayaan soal kampung-kampung nun jauh di ujung dunia.

peneliti dari tetangga sebelah malah jumawa berkata..
kepala dusun itu ndak bisa ngomong disini, saya ndak percaya dia bisa bicara disini,
karena itu saya saja yang bicara.
benar-benar peneliti yang cerdas tangkas ringkas dan nggragas!

yang dari rumah sendiri,
hahahihi sana sini senyum simpul sampai ikatan mati,
tapi sayang senyum super manis hanya untuk pemberi kepeng.
saat si jelata bertanya padanya, yang didapat adalah lengosan wajah,
ditanya sepuluh kalimat, dijawab tiga kata.
seratus delapanpuluh derajat jika si kepeng bertanya,
kalimat satu baris dijawab duapuluh sembilan lembar.

padahal, sepanjang hari hanya bicara seolah-olah ia pelaku utama,
seolah-olah ia terseok dibawah rimbunan kayu kering,
seolah ia menganyam untuk sepotong ubi rebus.

diujung lorong, kulihat mereka tawar-menawar,
apa yang bisa kuperiksakan untukmu wahai kepeng?
si kepeng menjawab sambil tak tersenyum,
buat saja dulu ringkasan, nanti kulihat kepengku.
oh.. rupanya penggadai ilmu juga mereka ini.

mereka menari-nari di panggung depan,
sementara jelata-jelata itu di baris belakang,
termangu tak mengerti apa yang sedang mereka koarkan..

sekumpulan orang yang merasa dirinya cerdas tangkas,
sedang berkumpul-kumpul dibawah gedung tumpul.
membahas alas gumijau, orang-orang, bukan orang utan,
menjual harga diri, menjual harga jelata.

kulihat banyak kepalsuan, antara bicara dan fakta.

(oleh-oleh dari jogja, 14-15 juni 2010)