Thursday, September 23, 2010

apa yang sedang kalian lakukan

semalam menyaksikan tayangan,
tentang penentang perburuan paus laut,
yang justru saling berseteru,
dengan penentang lainnya.
tak ingin berbagi koordinat,
dimana pemburu paus sedang berada.
sinting kukira mereka ini,
tak mau bekerja sama,
padahal pemburu paus tenang melenggang,
membunuh paus laut, terus menerus.
 
membaca koran lokal,
tentang yang katanya teroris,
menyerang mapolsek.
tiga penjaga tewas terjengkang,
diterjang peluru yang disuplai oleh kolega mereka sendiri.
ahli kata beramai-ramai berkomentar,
bahwa ini karena dendam mebara,
bahwa ini karena salah tindakan,
bahwa ini dilakukan oleh manusia terkutuk.
dua ratus penjaga bermobil diutus,
untuk mengejar penyerang-penyerang itu,
akan kami kejar sampai dimanapun,
kata pimpinan penjaga sambil geram.
tidak ada yang berstatement setelah itu,
yang kukira ada adalah mayat-mayat yang nantinya bergelimpangan.
seperti membayar saja,
hutang nyawa dibayar nyawa,
mati satu dibayar tujuh.
mereka penjaga dan yang disangka,
adalah korban tidak tau apa-apa,
kecuali menjadi tumbal permainan penguasa.



sebuah perguruan tinggi swasta di kota ini,
memberikan sanksi kepada mahasiswanya,
karena melakukan aksi anti korupsi.
alasan sanksi karena membawa nama almamater,
tidak berijin dan tanpa memberitahu.
satu nama ditulis yang kukenal,
sudah menjadi pejabat kampus rupanya,
garang berkata sanksi sudah tepat.
padahal waktu dulu masih jadi kucing kurap,
(maaf buat kucing yang punya kurap),
bicara lantang bukan kepalang,
menantang kampusnya sendiri.
sekarang sudah beda,
mungkin harus membela kepeng,
atau kursi yang membuat pantat buriknya itu tersenyum.
kasihan, 
nuraninya berpindah, hanya karena untuk senyum burik pantatnya.

baru saja membaca milis,
tentang tiga pegiat lingkungan dari negeri luar,
yang ditangkap penjaga.
bersamanya lima pegiat lingkungan dalam negeri,
juga ditangkap.
padahal kemarin, satu dari lima pegiat dalam negeri itu,
meneleponku dan berkata,
aku ditangkap tapi sudah dilepaskan,
hanya duapuluh empat jam,
tidak ada masalah.
yang kuheran,
di satu milis tentang hutan,
yang berisi orang-orang cerdas-tangkas,
justru ramai-ramai menghujat si pegiat.
sepertinya justru itulah hal yang paling penting dibicarakan.
seperti anak kecil kehilangan mainan,
karena mainannya diambil kucing kurap,
(maaf lagi kepada kucing yang punya kurap),
sibuk meraung-raung sambil ngompol.
bukannya soal perusakan lingkungan yang diutamakan,
bukan pula soal bagaimana memperbaiki keadaan yang dibicarakan.
para cerdas-tangkas itu,
mungkin menaruh otaknya di dalam toples di rumah,
lalu mengisi tempurung kepalanya dengan celengan babi,
(maaf buat babi, mohon jangan marah),
mungkin maksudnya supaya otaknya selalu prima,
karena tidak pernah terpakai.
mungkin maksudnya supaya banyak uang,
masuk lewat celengan babi di kepalanya.


para penentang pemburu paus yang gemar bertikai sesamanya,
para tumbal penguasa atas nama teroris,
para pejabat kampus yang burik pantatnya,
para cerdas-tangkas yang berubah isi tempurung kepalanya,


apa yang sedang kalian lakukan?

Tuesday, September 7, 2010

atas bawah

di atas, rupa lebih bagus
di atas, pundi lebih menggunung
di atas, bahagia lebih terasa.

di bawah, rupa lebih buruk
di bawah, pundi menjadi kawah
di bawah, bahagia seolah sirna.

lihat ke bawah saja,
supaya, syukur lebih sering terucap.

Friday, September 3, 2010

bisa? (2)

tidak penting beban orang lain,
tidak penting duka yang lain,
tidak penting gundah lainnya.

yang paling utama 
adalah dirimu sendiri,
beban sendiri,
duka sendiri,
gundah sendiri.


sesekali memikirkan orang lain,
bisa?

bisa?

capek membaca perkataanmu,
tidak ada yang benar di dunia ini,
ke kiri salah ke kanan tidak benar.

sekali saja berkata ada yang benar,
bisa?