Wednesday, January 5, 2011

apa tujuan awal-mu; belajar dari penolakan dekan dan pembantu dekan - I fahutan unmul

Ini tentang penolakan Penjabat Dekan dan Pembantu Dekan I Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman yang diangkat oleh Rektor UNMUL untuk periode 2010-2012.

Saya enggan untuk bicara pasal-pasal tentang penolakan Dekan dan Pembantu Dekan I Fahutan UNMUL disini.  Sudah terlalu panjang diskusinya.  Silahkan akses di milis Fahutan UNMUL  saja.  Ya, memang hanya untuk member saja milis itu, silahkan sign-up.



Saya hanya ingin belajar dari prosesnya saja.  Saya ingin belajar bagaimana miniatur negara itu bergolak.  Ada elegan, lucu dan miris melihat aktor-aktor dan prosesnya.

Bagi saya, sudah tidak penting lagi bagaimana hasil akhir dari kisruh penolakan itu.  Tidak penting lagi apakah nantinya para penolak dan yang ditolak akan mengakhiri dengan jabat tangan atau buang muka.
Bagi saya, yang lebih penting adalah apakah akan ada konsistensi terhadap apa yang dipertahankan,  terutama mereka para penolak.  Karena, sepertinya terlalu banyak permakluman yang terjadi dalam proses ini.  Kalau para politikus bilang, banyak negosiasi.  Dan seperti umumnya, negosiasi akan berakhir pada kesepakatan.  Dan biasanya kesepakatan adalah pengingkaran bersama terhadap peraturan, apapun alasannya.

Seingat saya, tuntutan awal adalah proses pengangkatan yang demokratis dan sesuai dengan aspirasi kampus.  Ini artinya perangkat dan kelengkapan aturan untuk mendukung proses ini haruslah telah tersedia dan berjalan.  Artinya lagi, semua aktor yang bermain harus memahami benar atas kelengkapan dan perangkat yang diperlukan.

Maka, pertanyaan seorang teman tentang "apakah pernah ada tata-tertib rapat Senat Fakultas?" layak menjadi pertanyaan dalam ujian pertama.  Saya belum mendengar soal ini dibahas kembali.  Sisi buruk saya bicara bahwa pertanyaan itu akan menjadi salah satu dari korban negosiasi itu.

Strategi.  Ya, itu bagian dari strategi.  Itu yang kemungkinan akan saya dengar.
Begini, kawan.  Strategi pasti dimiliki oleh semua aktor, baik aktor yang bermain ataupun aktor yang menunggu di tikungan atau yang bergelantungan pada ranting pohon.  Tetapi, mempunyai strategi bukan berarti meludahi tujuan awal.  Jika ternyata angin strategi menghasilkan perubahan tujuan awal, dan kemudian memunculkan tujuan baru, maka badailah yang akan dituai. 


Dalam kasus penolakan Dekan dan PD-I Fahutan UNMUL ini, semua aktor penolak harus membuka kembali setiap lembar langkah yang telah mereka lakukan, merunut mundur semua kalimat yang sudah mereka lontarkan, dan membongkar kembali tujuan awal yang pernah mereka kumandangkan.


Jika kurang hati-hati melangkah, atau terlalu kuat semangat negosiasi itu, atau berubah sudah tujuan awal itu.  Maka bersiaplah, gempuran yang lebih kuat akan melibas, tanpa harus direncanakan terlalu lama.  Dan jangan salah, gempuran bukan dari mereka yang kalian tolak, tetapi justru datang dari sejawat anda, sahabat anda, dekat sekali.

Apa tujuan awalmu, kawan? 




 

No comments: