Friday, April 15, 2011

pikiran kotor berbungkus kata "sunnah Rosul"

Saya tak habis pikir dengan fenomena ini.
Puluhan status yang sama, menghiasi layar laptop saya, dari jejaring sosial itu.
Isinya sama, pada malam yang sama.  Berulang kali, terus menerus.
Mereka menggunakan kata "sunnah Rosul", untuk kegiatan bersenggama di kamis malam.
Selalu saja diulang-ulang, di malam yang sama, dan tetap dalam konteks mengolok-olok.

Buat saya, tak masalah mereka hendak bersenggama kapan saja, dan entah dengan siapa saja.  Urusan pribadi mereka itu.  Urusan moral mereka itu.  Yang menggangu saya adalah cara mereka mencantumkan dan mendiskusikan kata "sunnah Rosul" itu.
Buat saya, lebih baik mereka terbuka menuliskan "saya sedang ingin bersenggama dengan istri/suami", ketimbang bersembunyi di balik gurauan kelas rendah yang selalu saja mencantumkan kata "sunnah Rosul" untuk mengganti kata "bersenggama".  Jelas benar bahwa mereka memanfaatkan kata itu hanya sebagai tameng kedunguan mereka.