Friday, April 15, 2011

pikiran kotor berbungkus kata "sunnah Rosul"

Saya tak habis pikir dengan fenomena ini.
Puluhan status yang sama, menghiasi layar laptop saya, dari jejaring sosial itu.
Isinya sama, pada malam yang sama.  Berulang kali, terus menerus.
Mereka menggunakan kata "sunnah Rosul", untuk kegiatan bersenggama di kamis malam.
Selalu saja diulang-ulang, di malam yang sama, dan tetap dalam konteks mengolok-olok.

Buat saya, tak masalah mereka hendak bersenggama kapan saja, dan entah dengan siapa saja.  Urusan pribadi mereka itu.  Urusan moral mereka itu.  Yang menggangu saya adalah cara mereka mencantumkan dan mendiskusikan kata "sunnah Rosul" itu.
Buat saya, lebih baik mereka terbuka menuliskan "saya sedang ingin bersenggama dengan istri/suami", ketimbang bersembunyi di balik gurauan kelas rendah yang selalu saja mencantumkan kata "sunnah Rosul" untuk mengganti kata "bersenggama".  Jelas benar bahwa mereka memanfaatkan kata itu hanya sebagai tameng kedunguan mereka.


Seorang teman, yang kebetulan beragama berbeda dengan saya, bertanya serius, "apakah memang betul itu perintah Nabi Muhammad SAW?  apakah memang ada perintah Nabi-mu bahwa harus mengumumkan jika ingin melakukan hubungan suami-istri?".  Betapa malunya saya!

Saya tak habis pikir, ustadz dan penceramah mana yang gemar mengeluarkan kalimat-kalimat cabul yang dibungkus oleh istilah-istilah yang seolah bernuansa islami?  Sadarkah ustadz ataupun penceramah itu kalau diantara jama'ahnya terdapat banyak otak dungu yang hanya bisa copy-paste kalimat-kalimatnya, dan lalu sembarangan buka mulut dan ketikkan kalimat itu pada konteks yang ngawur?  Mereka sedang mengotori kesucian iman mereka sendiri.  sadar atau tidak sadar.


Saya bukan orang suci yang tidak pernah mengeluarkan kalimat dan kata cabul.  Saya manusia biasa saja, yang mungkin setiap kali selalu berkemungkinan untuk memelintir kalimat demi kalimat menjadi humor cabul, kata-kata cabul, atau semua yang berhubungan dengan ke-porno-an.  Tapi setidaknya (seingat saya) saya tidak pernah berlindung dibalik kata yang berhubungan dengan Rosul, hanya untuk mengucapkan kalimat-kalimat cabul.

Sungguh saya sangat mual dengan canda-tawa yang merendahkan Nabi kami itu.  Mereka mudah saja mengeluarkan kalimat-kalimat cabul berselimut kata "sunnah Rosul", dan menyembunyikan otak kotor mereka dalam selubung kain pakaian muslim.


Sudahlah, pakai saja kata yang terbuka, dan hentikan mengolok-olok Nabi Muhammad SAW, dengan mengeksploitasi soal sunnah-Nya itu.  Seolah-olah hanya itu saja yang umat muslim harus lakukan.  

Hentikan ketololan kalian itu.







1 comment:

adrial bin Aminullah said...

Mas priyandoko, saya punya pertanyaan yg mirip dg kaum kuffar itu, "apakah memang ada sunnahnya yg shahih dari Rasulullah utk melakukan hal tsb di malam Jum'at???.