Tuesday, June 7, 2011

suka

Bagaimana kok tiba-tiba muncul kembali suka pada Ike Nurjannah?  Padahal rasanya sudah lama tak ingat lagunya?  Kalau Anggun C Sasmi sih memang sudah disuka, overall pokoknya.  Tapi, bagaimana menjelaskan kok tiba-tiba suka Tantri-Kotak?  Apakah karena duet bersama Anggun, atau karena Anggun terang-terus bicara kalau nge-fans Tantri, sampai berkaca-kaca saat bertemu dengannya? Apapun yang disuka idola, maka kusuka juga.  Begitu?

Entahlah.  Jika saja Iwan Fals secara explisit (plus gesture) menyatakan menyukai seorang musisi muda, plus berkaca-kaca saat bertemu dengan sang musisi muda itu, maka sumpah mampus musisi muda itu akan menjadi idolaku juga, hidup-mati.  Sayangnya, Iwan Fals tak pernah menangis untuk hal begitu (kulihat ia menangis hanya sekali, saat acara televisi, ditengah-tengah lagu "Willy", rupanya si "Willy" itu idolanya, sayang dia sudah mati, dan anehnya tak juga Willy ini menjadi idolaku).

Bagaimana bisa menjelaskan bahwa kesukaan ini tiba-tiba bermunculan?  ah, tak perlu risau.  toh tidak mengganggu stabilitas negara kesatuan republik ini.  Pekerjaan jalan, tanggung jawab jalan, kesukaan baru tetap jalan.  Selamat datang kembali Ike Nurjannah, Anggun C Sasmi.  Dan selamat datang Tantri-Kotak.  Senang bisa menikmati ragam lagu anda semua.
Buat Iwan Fals, tenang bos.. ente tetap numero uno!

Tiba-tiba, televisi menayangkan Ruth Sahanaya.  Kesukaan lama muncul kembali.  Selamat datang juga Ruth!  (nunggu trigger saja, untuk kesukaan lama lainnya: Harvey Malaiholo)

Selamat malam, selamat menjalani hidup esok hari.
(41 menit menjelang akhir 7 Juni 2011).   

0 comments: