Saturday, February 11, 2012

kriping singkong pedas

kripik singkong pedas,
perjalanan panjangmu.


pelajaran selalu ada dari apapun, 
jika hendak membuka mata.
juga dari sepotong kripik singkong pedas,
hasil keringat sekelompok kawan lama.






jika dikilas balik,
perjalanannya bukanlah selompat dua,
melainkan beribu anak tangga,
tak seperti pandangan sebelah mata,
jika tak mampu, lelah saja diterima.




kripik singkong pedas,
perjalanan panjangmu.


membuat singkong rebus, singkong goreng, singkong sayur,
mudah meriah, tak perlu sampai peluh terguyur.
tinggal kupas, cuci bersih, masukkan semua,
tambah sedikit perasa, entah asin, manis, selesai.


tapi, kripik singkong tidak seremeh itu.
terlalu tua umurnya, rusak ia.
terlalu muda umurnya, tak baik ia.
tanah berpengaruh, jenis berpengaruh,
berpeluh.


belum lagi prosesnya.
kualitas minyak jadi pertimbangan,
sembarang minyak akan bikin semua berantakan.
panas minyak harus tepat,
supaya renyah kualitas tinggi didapat.
lagi, berpeluh, dalam artian sesungguhnya kudengar. 


mendapatkan rasa pedas yang pas, 
bukan persoalan hanya menarik nafas,
tapi ini soal pemenuhan rasa puas,
hingga akhirnya formula didapat,
dari usaha yang bukanlah cepat.



kripik singkong pedas,
perjalanan panjangmu.


saat ia ada dihadapanmu,
mungkin ia hanya sekerat kripik pedas,
yang mungkin dalam sekejab kau habiskan,
atau berakhir di tong sampah,
karena rasa yang tak tepat menurutmu.


tapi tahukah engkau,
bahwa ia terwujud dari proses yang panjang,
penuh peluh, penuh pengorbanan,
penuh rugi, penuh pertikaian.
hingga ia berwujud,
itupun masih selalu disempurnakan.


ia mungkin hanya sepotong kripik singkong pedas,
yang tak mengeluh kalau tak kau sentuh.
yang tak bergerak kalau kau sepak.
tapi, ia tetap menjadi sepotong kripik pedas,
yang telah melalu proses yang tak mudah.
dan, ia tetap menjadi sepotong kripik pedas,
karena keteguhan hatinya. 


jadi,
saat itu, saat ia tiba di tanganmu,
tahukah apa yang kumaksudkan.


kripik singkong pedas,
perjalanan panjangmu.


ia menjadi begitu mengagumkan,
karena perjalanan panjangnya,
karena keberhasilannya,
karena keteguhan hatinya.
...


[5.05am, setelah bermandikan segepok dokumen,] 
[bersiap untuk kerja lainnya, yang berbeda]
[untuk keheningan itu...]

No comments: