Wednesday, October 17, 2012

untuk

baru beberapa saat menggeleng heran,
lihat komentar para sarjana itu,
soal korban perkosaan.
seperti tidak berhati saja mereka,
dengan ringan tertawa riang,
membuat kata berbau meremehkan.

lalu sang mentri pendidikan,
melakukan hal sama,
berkata ringan soal suka sama suka,
seperti menanggapi transaksi jual beli kodok saja,
situ suka, saya suka, halal.

para sarjana dan mentri pendidikan indonesiaku...
tahukah kau bahwa aku sedang berpikir saja,
jika ibumu, anak perempuanmu, atau saudara perempuanmu
berada pada posisi yang sama dengan mereka yang kau remehkan itu,
apakah mulutmu akan berbicara hal yang sama?
apakah masih seringan itu kau katakan suka sama suka?

kusarankan,
nanti malam, waktu kau panjatkan doa pada Tuhanmu,
sisipkanlah doa agar ibumu, anak perempuanmu atau saudara perempuanmu,
tak bernasib sama dengan mereka yang kau tertawakan.
berdoalah, 
karena hanya dengan begitu kau tidak tampak bodoh,
karena hanya kepada Tuhanmu kau bisa malu,
tanpa harus terlihat lemah mengakui kesalahan lidahmu.

dan dari sini,
aku akan berdoa untukmu,
agar tidak terjadi itu semua 
pada ibumu, anak perempuanmu atau saudara perempuanmu.

[untuk korban pelecehan seksual, pelecehan kata-kata, dan peminggiran perlindungan]

No comments: