Friday, February 22, 2013

mereka

temanku beberapa waktu lalu 
menjalani operasi soal saluran darahnya.
kata mereka jantung,
kata mereka butuh duabelas pendonor darah

kemarin, seorang kawanku
kerabatnya perlu sumbangan darah
katanya untuk operasi mertua

bermodalkan twitter, facebook, 
email, whatsapp, sms, telepon.
entah berhasil membawa pendonor,
entah cuma buang-buang bandwidth.
yang jelas, dijalankan saja semua upaya,
siapa tau.

tapi, sudah kulihat wajah-wajah tersenyum.
hasil kerja paramedis berjalan baik rupanya.
dan tuhan kasih kesempatan 
untuk hidup lagi.

yang digarisbawahi,
adalah kerelaan mereka yang ikhlas,
membantu apapun itu,
tanpa bertanya warna dan ideologi.

bersyukur tuhan masih memberikan
ruang untuk mereka yang ikhlas..

yang penting

brenti dari rutinitas pekerjaan, itu lompatan juga.
lompatan jungkit atau jangkit.
yang penting tidak terjerembab.

tertipu itu biasa saja.
mungkin itu pertanda rejeki tak bersih.
yang penting tidak mendayu-dayu.

membuka pintu-pintu yang selama ini enggan didekati,
bisa berarti pencerahan juga.
yang penting bukan berniat buruk.

kita lihat sampai kapan mampu
memilih posisi untuk tidak berpikir terlalu panjang.
yang penting tidak menipu diri sendiri.