Tuesday, July 29, 2014

lebaran

Lebaran sudah tiba
Bersukaria semua
Pilpres lupakan saja
Pendukung sini maupun sana
Saling lapangkan dada
Cuma dua hari saja
Setelahnya,
Mari saling maki bersama
Lupakan lebaran kita
Mari kembali berbuat dosa
Harga mati untuk capres tercinta

Dungu memang garis tangan kita

#pilpres2014

Wednesday, July 23, 2014

takut presiden

syukurlah presiden terpilih kali ini tidak menakutkan.
baik fisiknya, maupun tutur-lakunya.
setidaknya itu yang saya lihat di media.

tinggal bagaimana orang-orang di sekitarnya saja.
yang kutu loncat itu,  yang tentara-tentara itu,
yang terindikasi korup itu, yang masuk daftar awasi oleh KPK itu.

setidaknya, tugas para CSO sedikit lebih ringan,
tidak harus berhadapan dengan wajah temperamental,
tinggal fokus pada hal-hal substansional saja.

perjalanan negeri ini membaik,
setidaknya itu yang saya rasakan.
ada perasaan lega dibarengi perasaan was-was 
yang selalu pasti ada.
lega karena itu tadi, liat wajah presiden baru, menenangkan hati.
was-was karena wajah-wajah lama, raja korup, raja telikung,
ada di belakang sang presiden baru.

tekad harus bener, harus tepat, harus pas.
dukung presidennya, dan hajar para pencoleng di belakangnya.
jika sang presiden ternyata tak bertaring menegakkan yang benar,
apa boleh buat, tetap jadi target bersama.

untuk indonesia yang lebih baik..
selamat bertugas, pak presiden..
senang lihat wajah anda yang ramah itu..

#pilpres2014 

Tuesday, July 22, 2014

suarakan

Mau menang, mau kalah, presidennya bukan kamu.  Jangan sok merasa bisa kontrol mereka saat berkuasa.
Kontribusimu, bukan ada di dalam sekutu, itu jelas sudah. Ada di dalam kekuasaan, jelas membutakan. Berbeda, maka menjadi tersingkirkan. Kecuali kamu rebut itu kekuasaan. 

Mau kamu pro pada capres kalah atau capres menang, kebenaran harus tetap disuarakan. Lihat itu srigala-srigala lapar si belakang dua capres itu. Sama-sama mengancam, sama-sama penjilat darah rakyat.

Pesta pemilihan sudah berakhir. Kamu yang ada di kelompok pemenang, berhentilah mengangkat dagumu. Bangunlah dari mimpimu. Hentikan cemoohanmu.  Kamu yang ada di kelompok kalah, pakai logika kritismu. Targetmu bukan lagi menjatuhkan, tapi mengawal kebenaran.  Jadi, berjabat tanganlah, karena musuh kalian sekarang sama. Mereka yang akan menggunakan kekuasaan. Baik-buruk mereka, ada di tangan kalian.

Karena itu, tetap suarakan kebenaran. Berjaraklah dengan penguasa, siapapun pemenang pemilihan presiden kali ini.

Bersatulah, tetaplah suarakan, jangan bungkam.

#pilpres2014

Friday, July 11, 2014

anjing busuk

pilpres sudah lewat, menyisakan perdebatan, yang menuju pada pertikaian.
dalang-dalang konsisten memainkan peran, sementara para wayang menikmati gerakan,
berimpriovisasi menyempurnakan yang kata mereka sebagai kebenaran.

mau kalah, atau menang nantinya, sekarang bicara menang dulu. 
semua upaya dilakukan, termasuk hanya menoleh pada sekutu, bukan melihat dari hati nurani.

lalu, mereka yang ingin kedamaian, dianggap terbelakang, oportunis, kaum pinggiran.  tak menyatakan ikut berpihak, adalah pecundang, begitu mereka bilang.
penilaian selalu pada sesuatu yang kasat mata, tercium baunya, dirasa geraknya.
padahal pada saat yang sama, mereka terus berdoa, bergerak tanpa suara, tanpa dirasa.  ironi.

kalian pikir, dengan merendahkan kaum penyeru perdamaian, mereka yang enggan secara terbuka menyatakan berpihak, maka kalian adalah kebenaran? 

kalian pikir, kalian bisa lihat apa yang ada di pikiran para penyeru perdamaian itu? kalian pikir kalian tau apa yang mereka lakukan? dan apakah apa yang kalian lakukan itu jauh lebih mulia dari apa yang mereka, para penyeru perdamaian itu, lakukan?

tak boleh mengumpat, karena ini bulan puasa. tapi aku pakai pengecualian. semua pengecualian punya konsekuensi. tak apa.

kalian yang meremehkan para penyeru kedamaian, adalah anjing kurap yang merasa menjadi burung merak. nilai kalian tak lebih tinggi dari mereka yang membunuh warga gaza, atas nama hak atas tanah itu. tak lebih buatku!

bottom line, kalian dan para pembunuh warga gaza, adalah anjing busuk buatku.

#gaza #pilpres2014