Monday, April 27, 2015

pesta bikini usai UN

pesta bikini usai UN.
baru heboh sekarang setelah dua tahun
lalu semua pejabat angkat bicara
mengaku kecolongan tak kasat mata
kalian kemana saja selama ini?
preet!

Friday, April 10, 2015

kartu-kartu penting

Ini soal kehilangan dompet beserta isinya
3 april  2015, selagi jalan pagi bersama beberapa kawan
di kampus universitas mulawarman, samarinda.
Parkir dekat "jembatan gantung" gelatik itu.
Tak aman disitu.

Sang pencuri mencongkel jok sepeda motor
menggondol satu-satunya jaket 
dan dompet di dalamnya.
Seorang kawan yang sepeda motornya diparkir bersebelahan
malah kehilangan handphone juga
yang disimpan dalam jok motornya,
sang pencuri lagi beruntung.

Kartu-kartu penting melayang,
ktp, sim a, sim c, stnk, kartu asuransi, kartu askes
ya, tentu dompet ada uangnya, tak seberapa isinya
bukan pula tak penting uangnya
apalagi dalam situasi paceklik macam gini, 
hahaha...

Sebenarnya, nulis ini karena ingin sharing saja,
bahwa kehati-hatian itu perlu, 
dan yang utama adalah proses sesudah kehilangan itu.
Ya, setelah ini akan ditulis proses yang telah dilalui
untuk mendapat dokumen pengganti.

Mulai dengan ktp:
Pagi setelah kehilangan, lalu berkunjung ke rumah pak rt
untuk minta surat pengantar untuk urusan-urusan ini.
penting bawa kartu keluarga, 
karena pak rt disini rajin bertanya soal kartu keluarga.
(Saran saja, supaya membuat semacam surat pernyataan
yang isinya menerangkan soal kehilangan
barang apa saja yang ada di dalam dompet
lengkap dengan nomor kartu atau informasi spesifik lainnya.
Gunanya, supaya tidak perlu selalu menjelaskan apa isi dompet,
karena kecenderungannya pertanyaan itu muncul selalu).
Di rumah pak rt, tidak panjang urusan, tidak pula pak rt minta bayaran
surat keterangan diberikan.
Tanggal 3 april 2015 itu libur, sabtu instansi pemerintah tak buka, apalagi minggu.
karena itu, hanya kantor polisi yang bisa didatangi, 
untuk bikin surat kehilangan.

Membuat surat kehilangan di kantor polisi:
Diputuskan untuk melapor kehilangan di kantor polisi samarinda utara.
petugas jaga hanya sendiri dan nampak sibuk dengan tumpukan kertas.
kalimat pertama yang keluar dari petugas adalah
"Harus membawa surat pengantar atau keterangan dari instansi atau kantor
yang mengeluarkan kartu/dokumen yang hilang".
Lalu dijelaskan oleh petugas itu, bahwa polisi hanya dapat membuat
laporan kehilangan berdasarkan surat keterangan/pengantar itu.
Termasuk tak bisa pula sim dan stnk.
Artinya, pupus harapan sudah.
Tetapi, petugas rupanya iba juga melihat lelaki botak yang berwajah lesu ini.
akhirnya keluar juga satu surat kehilangan,
"hanya untuk membuat ktp, dan harus ke kelurahan sebelum ke kecamatan"
begitu pesan petugas itu.  
Baik sekali beliau.

Setelah timbang-timbang, urusan KTP ditaruh urutan belakang,
karena bakal rumit kalau urusan lainnya ditanya mana KTP.
Jadi surat lapor hilang KTP dari polisi, fotocopy KTP yang hilang,
kartu keluarga, semua dibawa kesana-kemari.
Lalu memutuskan untuk urus penggantian sim a dan sim c dulu.

Membuat penggantian sim a dan sim c:
Harus lebih dulu datang ke "loket 7" polresta samarinda
untuk meminta nomor database sim yang hilang.
(ini ditandai dengan surat dengan ukuran setengah kwarto
yang berisi informasi sim yang hilang itu).
Modalnya tentunya fotocopy sim yang hilang itu.
Agak aneh, tapi itulah gunanya toko fotocopy.
(Pesan pentingnya: fotocopy semua dokumen/kartu penting anda
dan simpan fotocopy-nya di tempat yang aman).
Setelah mendapat nomor database sim a dan sim c, 
lalu membuat (lagi) surat lapor kehilangan di kantor polisi terdekat,
hanya saja kali ini khusus untuk sim a dan sim c.
Proses tidak rumit, hanya menunjukkan surat nomor database itu
(jangan lupa, fotocopy dulu 1 lembar).  Dan perlu bermodalkan fotocopy KTP
atau surat hilang KTP.
Setelah mendapat surat keterangan hilang sim a dan sim c, lalu menuju ke bagian pembuatan sim di Polresta Samarinda.
Karena belum ada pas photo dan surat kesehatan, Petugas lalu menyarankan untuk mengajukan proses pembuatan sim
di sim corner di mall samarinda square, karena dekat dengan domisili.
Setelah bikin foto diri, lalu bergegas ke sim corner Samarinda Square.
Syarat yang diperlukan cuma surat lapor hilang SIM A dan SIM C, 
fotocopy KTP, 3 lembar pas photo ukuran 3x4.  Satu persyaratan yang tidak diminta 
adalah surat kesehatan.  Entah mengapa.
Setelah isi formulir, tunggu panggilan foto, bayar Rp. 250.000,- 
lalu selesai, SIM A dan SIM C ditangan.
Tanggal 3 hilang, tanggal 4 sudah dapat pengganti.  Cepat juga.

Membuat penggantian STNK:
Mulai dengan "check fisik" kendaraan di Samsat M Yamin.
Langsung di lantai dasar, bermodalkan fotocopy BPKB, 
fotocopy STNK yang hilang (lagi-lagi ini pentingnya toko fotocopy),
fotocopy KTP.
Selesai check fisik (yaitu mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin 
dengan BPKB), lalu diarahkan untuk "membuat iklan kehilangan"
di salah satu koran lokal, seorang (yang katanya) karyawan koran lokal
duduk manis di pojok gedung.  Iklan ini senilai Rp. 50.000,-.
Petugas akan memberikan surat pernyataan yang harus diisi dengan 
detail informasi kendaraan dan kehilangan, isi dan tandatangani, bermaterai.
Lalu bawa semua dokumen ke Polresta Samarinda bagian Urusan Tilang,
saat itu lokasinya di lantai 3.  Ini maksudnya dilakukan pengecekan nomor STNK
dengan database.  Sepertinya juga dengan database kehilangan.
Selesai, lalu bawa ke kantor polisi terdekat untuk 
membuat surat kehilangan STNK.  Jangan lupa, fotocopy dulu.
Setelah mendapat surat laporan kehilangan STNK dari kepolisian,
silahkan bergegas kembali ke kantor Samsat untuk mengurus penggantian STNK.
Di Samsat, serahkan dokumen-dokumen ke bagian arsip (di lantai dasar saat itu),
untuk mendapatkan "nomor berkas", lalu ambil nomor antrian.
Pada loket pertama, ada biaya Rp. 50.000,- untuk "pendaftaran", begitu kata petugas.
Tapi di depan loket hanya ada tulisan "blanko STNK Motor: Rp. 50.000,-".
Tidak ada tanda terima untuk ini (update: bakal muncul keterangan biaya ini di lembar STNK)
Panggilan kedua dari loket kasir (ini dihandle oleh Bankaltim sepertinya) soal 
pajak tahunan.  Jika tidak ada pajak kendaraan yang tertanggung, maka
tidak bayar apapun.
Panggilan selanjutnya, pengampilan STNK baru, dengan stempel "duplikat".
STNK yang baru diterima tidak berselimutkan plastik (yang berlogo Polri) itu.
Kalau tidak ada plastik cadangan, bisa beli koperasi di lantai dasar 
seharga Rp. 2.000,-.  Tidak, saya tidak salah tulis, ya.. Rp. 2.000,- :)
Waktu yang diperlukan untuk urusan STNK ini jika lancar maka 
diperlukan waktu sehari penuh.  Total biaya yang dikeluarkan 
(diluar pajak kendaraan - jika ada) sebesar Rp. 52.000,- 
diluar fotocopy berkas-berkas.

Urusan KTP (lagi):
Bawa pengantar RT, fotocopy kartu keluarga, fotocopy KTP yang hilang
dan 3 lembar foto ukuran 3x4 ke kelurahan.  
Petugas akan memberi surat pengantar untuk
membuat surat kehilangan KTP ke kantor polisi (jadi prosedur yang benar
adalah: RT-Kelurahan-Kantor Polisi-Kecamatan).
Dalam kasus saya, petugas polisi berbaik hati membuatkan 
surat kehilangan KTP tanpa pengantar kelurahan.  Tapi jangan salah,
surat pengantar kelurahan tetap diperlukan nanti di kecamatan.
Jadi, tetap perlu ke kelurahan.
Dari kelurahan, lalu membuat surat kehilangan KTP ke kantor polisi.
Bawa semua berkas ke kantor Kecamatan, dan selesai.
Selesai itu maksudnya silahkan menunggu seminggu atau lebih.
Menurut seorang teman yang kerja di kecamatan, diperlukan 
waktu seminggu untuk dapat penggantian KTP (eKTP, bukan SIAK)
karena Kota Samarinda ini punya mesin cetak eKTP yang terbatas.
Kecamatan Samarinda Utara dimana saya berdomisili hanya
mendapat giliran cetak setiap Rabu, dan terbatas sebanyak 50 eKTP.
Setidaknya itu kata teman saya.
Jadi, supaya anda tidak ditangkap satpol PP saat urusan penggantian eKTP ini,
saya sarankan selalu bawa KTP sementara yang dikeluarkan kelurahan.
Juga, selalu bawa fotocopy surat kehilangan KTP dari kepolisian.

Bisa hasilnya, untuk urusan SIM A, SIM C dan STNK hanya perlu satu hari,
sedangkan untuk urusan penggantian KTP, anda perlu setidaknya 8 hari.

Jadi, mengurus penggantian kehilangan kartu-kartu penting bukanlah hal yang sulit.
Yang diperlukan cuma kesabaran dan waktu.  Soal waktu, itu karena lokasi kantor-kantor
yang lumayan jarak tempuhnya, juga antrian.  Soal kesabaran, ini diperlukan untuk
menghadapi petugas-petugas yang macam-macam karakternya.
Kalau berharap mendapat pelayanan ramah di 
instansi-instansi yang saya sebutkan di atas, sebaiknya lupakan untuk berharap.
Mengurus kehilangan, itu artinya anda yang butuh mereka.
Menyebalkan? begitulah potret pelayanan publik kita :)
Setidaknya ada perbaikan pada berkurangnya pungutan-pungutan liar lah.
Satu lagi, ada hal biasa yang selalu digolongkan menjadi force-majeure dan 
menjadi alasan ampuh untuk berhenti melayani, yaitu padam listrik!
Samarinda padam listrik? emangnya pernah gak padam? :)

Begitulah, semoga tulisan ini bisa membantu anda bersiap-siap
jika kehilangan kartu-kartu penting.
Satu hal, saya memisahkan dompet kartu-kartu bank (kartu kredit & ATM).
Sehigga saya tidak harus berhadapan dengan prosedur bank yang 
konon katanya lebih rumit.

Semoga bermanfaat.

(ah, saya belum urus kartu NPWP yang hilang)