Thursday, June 25, 2015

jalan baru

sebentar lagi
ada jalan baru
buat keluarga
mudahan berkah...

24 jam

lebih dari 24 jam
tidak tidur.
itu dulu, waktu Bapak sakit lalu meninggal.

barusan, sama, lebih 24 jam
tak tidur, sahur ketemu sahur,

bukan ada yang sakit
apalagi lalu meninggal.
yang ada cuma laporan organisasi
punya orang, dituliskan,
dibayar.

iya, ndak tidur lebih 24 jam,
karena uang.

apalagi?

Monday, June 22, 2015

lukman sardi

pindah keyakinan,
itu bukan urusan saya.
ini soal keyakinan,
seperti anda meyakini
jika anda lebih baik
atau lebih buruk dari saya.

istri mendiang paman saya,
tante saya itu
seorang protestan sejati
dan saya menghormatinya
seperti beliau menaruh saya
sama dengan anak-anaknya.

dulu, saya masih muda sekali
waktu mendiang paman saya
memutuskan menikah
dengan tante saya itu
dan paman memilih
menjadi protestan sebagai agamanya

bahkan semuda itu
saya sudah mengerti
bahwa keyakinan itu 
adalah hak.
walaupun seingat saya
semua orang tua yang berkumpul
naik pitamnya, lalu ingin memutuskan
tali keluarga.
ingat saya, kemudian saya berposisi
melawan mereka, 
lalu saya membela paman 
yang sebenarnya tak perlu
pembelaan saya,
karena keputusannya adalah 
keyakinannya.

jadi, keyakinan lukman sardi
bukanlah urusan saya.
buat saya, dia tetap lukman.
pemeran akhmad dahlan yang dahsyat.
pemeran lukman yang cool di the east,
dan seorang lukman sardi yang keren.

keyakinanmu tidak berarti apa-apa buatku.
juga kamu, yang membaca tulisan ini.
berkeyakinanlah dengan baik.


Saturday, June 20, 2015

bersyukur

bersyukur saja
diberi kenikmatan
masih bisa tersenyum
dibanding saudara-saudara kita
yang bahkan tersenyum pun
harus membayar mahal
dengan penderitaannya.

bersyukur saja.

Monday, June 15, 2015

soal corong mesjid itu

soal corong mesjid itu...
pernah aku tulis dulu.

biasa sajalah.

Saturday, June 13, 2015

nadya

nadya,

gadis kecil bermain bersama kawan,
lalu ditemukan tewas di selokan,
terseret arus air hujan,
jadi korban kesekian,
dari bobroknya pengelolaan lingkungan.

lalu para pejabat kota ini menundukkan kepala,
bukan untuk berduka cita,
tapi sibuk membaca,
surat edaran sang walikota,
besok harus pakai akik yang mana.

kota ini sudah gila.

Friday, June 12, 2015

angka-angka

buka amplop, nilai ujian murni.
rata-rata tujuh.
angka itu menandakan apa, anakku?

kamu bukan angka itu,
kemampuanmu bukan dinilai dengan angka itu,
hidupmu tidak dinilai dengan angka itu.

hiduplah dengan baik,
jangan mengambil hak orang lain,
tak perlu berlebihan,
jujurlah.

nanti kamu akan dengar
orang berkata bahwa kejujuran tak ada harganya,
bahwa beras tak bisa dibeli dengan kejujuran,
lalu kamu akan diajak untuk
mentertawakan kebenaran.

ketahuilah anakku, 
bahwa itulah kehidupan yang sebenarnya,
itulah soal-soal ujian yang sebenarnya,
yang jika kamu mampu menjawab dengan benar,
maka kamu akan mendapat angka yang benar, 
tapi bukan benar di hadapan gurumu, 
bukan benar di hadapan temanmu, 
bukan pula benar di hadapan teman bapak-ibumu,
tapi benar di hadapan Tuhanmu.

karena itu anakku,
tak perlu kamu pusingkan angka itu,
tak perlu kamu tundukkan kepala
hanya karena nilai teman-temanmu.
karena bukan itu nilaimu.

kamu bukan angka itu,
kemampuanmu bukan dinilai dengan angka itu,
hidupmu tidak dinilai dengan angka itu.

bapakmu ini akan tetap berkata yang sama
walau seandainya angka-angka 
di dalam amplopmu itu 
rata-rata sembilan.

[hasil ujian anakku]

Saturday, June 6, 2015

soekarno lahir di rumah sakit bersalin

soekarno lahir dimana?
jawabannya tergantung maunya penanya dan penanggap.
di blitar kata buku pelajaran.
di surabaya kata politisi.
di rumah sakit bersalin kata panduan bidan.
di pancoran kata pemerhati kucing kampung.
di cafe kata bartender.
di pub kata clubber.

kita bicara soekarno yang mana?

lalu apa pentingnya mendebatkan itu?
meluruskan sejarah, atau menurunkan presiden?
atau cuma buat gaya saja.
tolol kok ngajak-ngajak.


Tuesday, June 2, 2015

samarinda, mudahan bukan anakmu.

satu lagi anak mati
karena persoalan lingkungan
lalu tak ada tanggung jawab moral
pengelola kota ini seolah buta
buta hati nuraninya
buta tanggung jawab moralnya

semua dianggap musibah biasa
salahkan hujan, salahkan sampah,
salahkan masyarakat.
padahal tak bodoh sangat untuk paham
bahwa banjir itu sebab dari kelalaian mengelola
sebab dari tak becus jalankan tugas
yang dibayar dengan uang negara

lalu kalian pasang wajah tak bersalah
cengengesan di baliho
bilang paling peduli rakyat dan lingkungan.

mudahan bukan anakmu atau cucumu yang nanti mati
terseret arus banjir, atau tenggelam di kolam bekas tambang.

mudahan bukan.

(duka untuk Ali Setiawan, 9 tahun. Allah akan menaruhmu di tempat terbaik di sisiNya)



Monday, June 1, 2015

kopi batu drone

tiga kelompok benda itu tidak berarti apa-apa.
bukan pula kami penggila super gila
kepada kopi, batu dan drone.
ketertarikan itu bukan dari sisi kegilaan semu,
tapi dari sisi berbeda.

kopi itu bukan hanya dilihat dari rasanya
tapi sebagian teman melihat dari sejarahnya,
menciptakan generasi baru penikmat kopi.
mengupas faktor wow dari kopi-kopi itu.

batu bukan gila dipakai,
berpuluh di jari, bukan begitu.
tapi mencari kelucuan di dalamnya,
mengoleksi keajaiban alam,
bukan rata-rata batu.

drone itu kami paling lemah,
tak ada uang untuk drone asli.
memulai dengan drone kw-9
alias kelompok toys, mainan.
tapi cita-cita digantungkan tinggi,
tak main-main.
cari yang bisa dioprek,
cari yang bisa direkayasa.
nanti kami bagi ilmunya.

lalu kami ingin berbagi ilmu.
tentang apa saja.
yang paling cepat, tentang bagaimana presentasi.
sederhana gagasannya.
bagaimana bisa survive jika tak bisa menjelaskan
tentang tujuan hidup ini..

kopi, batu, drone.
bukan apa-apa,
bukan sesuatu yang akan membuat kami gila rendah.
kami pakai itu semua untuk menjadi gila,
gila tinggi, gila yang bukan seperti gila rata-rata.

kami ingin berbagi ilmu.