Saturday, July 11, 2015

simbol-simbol (bagian dua)

lagi soal simbol,
gambar kepala babi, gambar mahluk bermata satu,
gambar garis silang, gambar berhala.

ribut sekali, panik sekali, 
seperti sembahyang menjadi tidak sah,
seperti pahala terhapus sirna dalam semalam,
hanya karena pada sajadah "ditemukan" gambar-gambar itu.

lalu aku perhatikan sajadahku,
lima semua, tak termasuk di lemari.
lalu kucari-cari simbol-simbol yang menghebohkan itu,
ya ketemulah, 
simbol bulatan yang bisa aku artikan mata dajjal,
simbol atap runcing yang bisa aku artikan sebagai rumah ibadah satu agama,
simbol mahluk yang bisa aku artikan sebagai berhala, babi, kucing dan kupu-kupu.

kalau aku bakar semua sajadah itu,
besok aku sholat langsung di atas ubin dan keramik saja,
lho, kalau di ubin dan keramik, ada pula simbol garis silang,
maka sama saja, tak akan sah sholatku.
kalau begitu besok aku bongkar saja keramik rumahku,
lalu aku semen biasa saja.
lho, hasil lantai yang disemen nanti ada bercak yang mirip wajah setan,
maka sama saja, tak bakalan Tuhan mendengarkan doa shalatku.
lalu aku harus bagaimana?  bongkar semen itu?
berlantaikan tanah? atau musti beralaskan kertas putih selebar gaban?
gimana kalau di kertas putih itu lalu muncul gambar-gambar
hasil imajinasiku sendiri?
apa perlu lalu otakku dibuang saja?
karena imajinasi itu datang dari otakku ini.

lalu aku teringat, berapa tahun silam, 
menghadiri undangan pertemuan di susteran.
masuk waktu sholat dzuhur, mesjid berkilo jauhnya di jalan raya.
lalu suster yang baik hati itu tau gelagatku,
disiapkannya kamar, entah kamar pastor atau siapa.
yang jelas itu bukan kamar kosong.

"kiblat ke arah sana, mas", kata sang suster.
ya, aku tidak bertanya, ia menyampaikan itu.
"maaf, arah kiblat tepat ke arah salib, apakah perlu saya turunkan salibnya?",
tanya suster itu lagi sambil senyum manis.
malu aku sampai ditanya begitu.

ingat lagi, kejadian lain lagi, di hulu sungai.
menginap di pastoran, saat akan makan malam.
"sudah sholat maghrib, mas?", tanya pastor kala itu.
"kiblatnya arah salib, miring kiri sedikit.  kalau salibnya mengganggu, turunkan saja",
lanjut sang pastor serius.

ingat lagi, kejadian berbeda, di kantor ibukota itu.
"mas, salibnya saya turunkan, soalnya gak enak kalau sholat 
kita menghadap salib", kata staf kantor.

lalu ingat cerita tentang percakapan dua orang berbeda agama,
yang satu islam tentunya.
tentang pertanyaan mengapa mereka yang beragama islam menyembah ka'bah.
lalu sampai pada penjelasan bahwa bukan ka'bah yang disembah,
tapi Tuhan yang tak berwujud.
lalu dianalogikan tentang kecintaan penanya pada istrinya
yang hanya dia hubungi via telepon.
lalu sampai pada kesimpulan, bahwa telepon itu hanya media,
karena cintanya pada istrinya bukan berbatas telepon.

sampai disini, 
lalu apa maksudnya heboh simbol-simbol itu?
memangnya Tuhan nongkrong di simbol-simbol itu?
memangnya selama ini menyembah simbol?
janganlah meremehkan Tuhan.

lagian, jika sholat masih terganggu dengan simbol-simbol,
lalu sebenarnya sholatnya khusu' gitu?

sebenarnya, pada apa kamu menyembah, dik?

[soal heboh simbol di sajadah itu, bikin mules]


Thursday, July 9, 2015

klorin di pembalut

"Ada sembilan merek pembalut dan tujuh pantyliner yang mengandung klorin yang bersifat racun," ujar peneliti dari YLKI, Arum Dinta, dalam siaran tertulisnya (8/7/2015). Pemicu kanker, katanya.

Lalu bermunculan reaksi. Dari produsen, bilang tidak terbukti. Dari dokter bilang tak berefek, toh tak pernah ada kasus. Dari pegiat herbal muncul penawaran produk alternatif. Banyak lagi.

Ini bukan perkara penyakit belaka. Ini menyangkut nasib bangsa ini. Perempuan (dewasa) Indonesia mana yang tak pernah pakai pembalut? Ya, pasti ada, mereka yang nun jauh di pedalaman yang terbatas aksesnya dan para aktivis kesehatan (mungkin) yang kukuh menolak pembalut berperekat itu.

Kejelasan harus segera dipublikasikan. Agar para perempuan indonesia tenang berkarya. Agar roda kegiatan negara ini berjalan sempurna. 
Silang sengketa pernyataan harus segera dihentikan, lalu segera memulai mencari titik temu.

Persoalan klorin di pembalut yang memicu kanker, lalu semua sendi kehidupan seperti berhenti. Jangan lah.


Wednesday, July 8, 2015

para penyembah simbol

rame-rame ganti sajadah
rame-rame ganti mukena
rame-rame ganti jilbab
hanya karena merasa ada simbol
yang bukan (katanya) islami.

sebenernya sedang menyembah apa, non?
saat beribadah, hatimu mengarah pada apa, non?
memgapa fokusmu pada lambang-lambang itu,
yang menurutmu mengganggu.
padahal mungkin karena yang tak fokus itu justru caramu beribadah.

tahukah kamu, caramu menghindari sajadah itu, mukena itu, jilbab itu,
malah membunuh usaha kelompok bermodal kecil,
yang ber-usaha dengan jujur.
tahukah kamu caramu itu malah mendukung pemodal besar,
yang punya mesin produksi simbol-simbol yang katamu islami,
tapi menggunakan cara yang tak islami.

sudahlah, cerdaslah sedikit jika berTuhan.
hentikan ke-lebay-an cara pandangmu
terhadap simbol-simbol itu.

Tuhan tidak berdiam dalam simbol-simbol, non.

Thursday, July 2, 2015

pelangi

lucu juga,
kelompok terbelah-belah.
akur untuk urusan politik,
tak akur urusan prinsip orientasi seksual.
lalu terpecah saling memaki.
lalu berkumpul sesama pendapat.
lalu mungkin nanti bikin partai politik.

lho??

#rainbow #religion