Saturday, November 4, 2017

koordi[nasi]

kembali berulang cerita begini, tentang beberapa aktifitas teman, bekerja untuk isu yang sama, untuk tujuan yang sama.

tapi target dan waktu batas yang dijanjikan pada bohir memang lebih berkuasa. lalu  abailah pada semangat bersama dan berbagi.

belum lagi soal kekacauan di dalam, yang seperti supermarket itu. datang cepat, beli cepat, pergi cepat, lalu dikonsumsi cepat. selesai.  lalu teman semeja bahkan tak tau bilamana ia bekerja.  jadi, susah pula menjahitnya. lha wong jangankan bajunya, benangnya saja tak tau rimbanya.

begitulah teman-teman itu bekerja,
dalam ritme yang luar biasa, juga harus berjibaku dengan koordinasi, yang lebih sering tinggal nasi-nya saja.
sebagai pemain bebas, gemas juga melihat kekacauan ini. tapi bisa saja, ini juga bagian dari dinamika, yang memang menjadikan kerja bersama itu makin berwarna.

mengingatkan saja, bahwa masih ada pintu-pintu yang terbuka. yang mungkin bisa menjadi jalan, untuk keterpaksaan abai karena bohir itu.

ya, cuma bisa mengingatkan.
kata teman itu, apalah kita, ratik wara belaka. :D

- - -

No comments: