Monday, May 14, 2018

ringan ucap

ringan ucap itu saat mendorong benci.
ringan ucap itu saat merasa selalu benar.

seringan jempol memilih like dan retwitt,
ujaran nyinyir kebencian.
seringan mudah mulut berkata kelompok ini
penguni neraka, penerima laknat.

lalu setelah banyak yang mati,
banyak yang cidera.

lalu ringan ucap klarifikasi,
lalu memasang ucapan belasungkawa,
dan menasehati agar hati-hati
tentang mereka yang inginkan perpecahan.

otak situ waras?
tiap hari like dan retwitt nyinyir,
bernuansa kebencian,
lalu menghakimi satu dua kelompok,
dan memonopoli kebenaran.
lalu saat sudah ada yang mati,
situ cuci tangan pakai bahasa yang di-alim-alimkan.
situ ndak sadar atau tolol, bahwa cicilan kebencian
yang situ tanamkan itu berbuah kebencian yang menggumpal,
lalu dalam pengaruh otak dungu, mereka menjalankan
ujaran kebencian yang situ setujui,
dan situ tanamkan.

ringan ucapmu akan menemanimu
pada siksa padamu disana.
seperti juga siksa atas kepengecutanmu.

[ duka untuk korban bom surabaya, 13 Mei 2018 ]