Tuesday, October 1, 2019

fasipulasi setengah hati dengan tinggi hati

kemarin, mengikuti satu pertemuan kecil.
difasilitasi, dengan alur yang aneh.
dua fasilitator saling bersahutan,
dan pada waktu tertentu saling bertentangan.

difasilitasi dengan instruksi-instruksi,
dengan relasi yang jauh dari setara.
peserta yang tadinya mengira mendapat
ruang untuk saling berbagi dengan nyaman,
dikejutkan dengan cara fasilitasi yang tinggi hati.
entah apa yang ada di kepala fasilitator utama itu,
gemar sekali ia memotong pendapat peserta,
dan selalu saja defensif, lalu menampakkan
relasi kuasa.
entah image apa yang ingin ia bangun.
tetapi terasa bahwa “saya lebih berwenang dari anda”.

fasilitasi kemarin, tak menghasilkan apa-apa.
kekhawatiran seorang peserta yang 
dinyatakan secara terbuka,
tak mendapat respon yang melegakan.
hingga waktu diskusi ditutup 
karena waktu tak memungkinkan.
dibunuh oleh waktu, kira-kira begitu.

begitulah proses berjalan dengan setengah hati.
lalu hasil-hasil terasa tak akan berarti.
dan itu melukai.

lagi, ini bukan persoalan belaka pertemuan.
ini soal bagaimana memberi ruang
pada hati agar memahami,
bisa menerima dan memberi dengan 
nyaman, dan merelakan.

keduanya, fasilitator dan yang difasilitasi,
harus dalam kondisi yang nyaman.
itu media terbaik komunikasi.
kondisi utama itu harus dibangun,
dimulai dan diupayakan secara keras
oleh fasilitator.
sisanya, biarkan semesta bekerja.

jika itu tak disadari, lalu memaksa proses
konsekuensi selalu ada, apapun pilihannya.

proses kemarin, adalah situasi dimana
saya menyebutnya sebagai
tiga negatif yang bertemu...

fasipulasi setengah hati dengan tinggi hati.

tinggi hati itu, selalu melukai.
apalagi ditambah dengan fasipulasi,
dilengkapi dengan setengah hati.

[ ]

Saturday, September 7, 2019

metastasis

sedang membaca, tentang apa itu kanker.  dan baru kali ini bertemu kata “metastasis”.
kata wikipedia, artinya adalah “penyebaran kanker dari situs awal ke tempat lain di dalam tubuh, misalnya otak atau hati”.

optimis yang ada pada para penyintas kanker, harus berhadapan dengan proses ini. faktor kejutnya sungguh tidak ringan nampaknya.
bagaimana tidak, sudah merasa “bersih” lalu harus menemukan gangguan yang sama, tetapi pada organ lainnya. sungguh bukan hal yang mudah.

demikianlah, bukan hanya saat ditemukan, kanker dapat menghantam fisik dan psikologis. 
bahkan saat sudah merasa sembuh, ia dapat kembali muncul. 
karena sel-nya dapat melepaskan diri ke dalam cairan yang membuat tubuh ini hidup. ia ada di dalam darah.

sedemikian beresikonya. 
karenanya, jaga kesehatan, dan positif lah. 
jika sedang ada dalam situasi itu,
berjuanglah dengan berbekal pada keyakinan, bahwa apa yang sedang diperjuangkan, adalah sebuah langkah menuju kemenangan.

[ 7 sept 2019, untuk mereka para penyintas ]


Saturday, August 3, 2019

pasca fasilitasi

mungkin kemarin saya terlalu naif,
melihat satu persoalan bisa segera selesai
dengan mempertemukan satu dengan lainnya.
mungkin karena kutukan fasilitator-lah maka
pilihan mempertemukan itu dianggap ampuh.
(maklumlah, jelek-jelek begini masih ada itu
sisa-sisa jiwa fasilitator, hahaha...)

tapi, memang selalu saja ada rasa yang mengganjal,
saat usai melakukan fasilitasi.
bukan hanya jika proses tak tuntas,
bahkan jika semua merasa bahagia
dengan proses yang mereka lalui.

selalu saja ada pertanyaan mengganggu,
"bagaimana agar proses tadi menjadi lebih baik?".
ganjalan di hati itu selalu ada, selalu terdengar.
sisi positifnya, otak ini masih tetap mengarah pada
bagaimana prosesnya menjadi lebih baik
dan juga bagaimana hasilnya bisa menjadi lebih baik.

artinya, bahwa proses dan hasil dalam pertemuan
bukanlah akhir dari pertemuan itu sendiri.
justru pertemuan hanyalah satu langkah awal dari
bagaimana tujuan bertemu akan dicapai.

jika anda melakukan fasilitasi, berproses dengan content neutral,
lalu bukan berarti anda boleh melengos begitu saja
pada hasil pertemuan di bagian akhir itu.
melepasliar-kan begitu saja hasil pertemuan, bukan style saya.
setidaknya saya menganut faham itu.

buat saya, reaksi pasca fasilitasi akan berpengaruh pada
berapa banyak pelayat dan yang mengantarkan saya
saat menuju lubang kubur nanti.

karenanya, saya harus membuat reaksi pasca pertemuan
menjadi baik untuk semua.

begitu kira-kira kalimat motivasinya :D



[usai menginiasi pertemuan solidaritas kemarin]

Friday, August 2, 2019

urutan dan hubungan

sebaris pesan masuk,
bertanya kemungkinan kerjasama
menjual ecer madu.

aku tau ia pegiat sosial,
yang melakukan banyak hal
untuk mereka yang sedang berjuang
dari sakitnya.

harus jelaskan padanya,
bagaimana sekarang madu itu dikelola.
didedikasikan untuk teman kami,
yang juga sedang berjuang.

lalu seorang teman berujar
akan menjenguk kawannya 
yang juga berjuang dari sakit.
sudah menyebar, katanya.

lalu terbaca, seorang artis bersahaja
yang berpulang setelah berjuang dari sakit.
padahal fotonya baru saja tersenyum,
seperti optimis.

lalu barusan, terbaca kembali
520 ODGT, angka itu pernah ada.
terbayang kembali momentnya.

ini urutan, yang belum tentu berhubungan.
hanya ada kesamaan di dalamnya.
positif saja, ini bagaimana alam bekerja.

dengan pikiran yang berlapis belakangan ini,
maka tak seharusnya abai pada komitmen itu.

semua bermula pada hati
yang memerintahkan pikir,
lalu raga bereaksi.

jadi harus jaga hati,
agar kesamaan-kesamaan itu
tidak menjadi satu peristiwa.

diberi peringatan,
maka berhati-hati.
sesederhana itu.

[ ]

Wednesday, July 31, 2019

kejadian hari ini

apa yang harus aku tuliskan
untuk kejadian-kejadian hari ini.

tidak perlu dituliskan,
terlalu berat, 
aku tak sanggup,
kamu saja 
:D

[tigapuluhsatujuli 2019]

Sunday, July 21, 2019

membuat tersenyum

Tidak sulit untuk berusaha membuat orang lain tersenyum.
Berbaik dengan ikhlas saja, sederhana saja, dan berlaku baik saja.
Setidaknya tak perlu membuat mereka merasa dalam ancaman atau tak berdaya, atau tak berguna.

Nanti saat mereka tersenyum, maka dua kemungkinan saja.
Mereka memang benar tersenyum untuk kebahagiaan yang kamu usahakan ada itu.
Atau mereka tersenyum untuk membahagiakanmu, yang sudah berusaha membuatmu tersenyum.

Menipu untuk usaha baikmu.
Menipu yang sederhana.

Tuhan maha baik, mengatur semua senyum itu.

Kira-kira begitu.

[ ]

Friday, June 28, 2019

session plan dan mancing

Dua aktivitas yang diputuskan ditinggalkan dan dijedakan.

Kemarin, ada pertanyaan, “tabel yang berisi outcome, bisa dikirim ulang?”. Tabel itu rupanya Session Plan yang kubikin untuk pertemuan kantor, seminggu ke depan.

Beberapa hari sebelumnya, seorang kawan minta diajar ulang, bagaimana mengikat mata kail yang benar. Lalu bercerita tentang rencana trip memancing.

Apa kata yang mau kupakai dengan dua kejadian itu? Iya, pakai kata “getir” saja. Senyum getir gitu.

Session Plan, lembaran penting rancangan proses. Itu tak dikenal oleh mereka. Tak salah sih, karena mereka tidak pernah ada dalam situasi itu. Perintah adalah panduan. Berubah perintah, berubah pula proses. Sedemikian absurbnya proses yang mereka siapkan. Bahkan dalam pencapaian pekerjaan menahun ini.
Maka, pengabaian terhadap rancangan proses adalah hal biasa yang harus siap  diterima. Tak berharap banyak.
Seperti juga para pengusung politik belakangan ini, rasanya perubahan tiba-tiba dan pengingkaran kalimat adalah hal biasa dalam pekerjaan ini. Mudahan aku tidak terbiasa dengan hal ini.

Tiba-tiba, kemarin seorang kawan, twitt tentang merancang proses. Lalu aku merasa ada teman yang berpihak. Yang sedang antusias menyiapkan proses. Senang membacanya. Semoga sukses.

Soal memancing, lama sudah tidak melakukannya. Berdebu peralatan itu, teronggok begitu saja. Tak apa, karena jalannya begitu. Cukup menikmati cerita-cerita saja.

Fasilitasi pertemuan dan memancing, nanti aku kembali.  Semoga, jika ada umur.

[saat session plan tak dikenal, 28 juni 2019]

Saturday, June 22, 2019

waktunya tiba

jika waktunya sudah tiba,
maka tiba ia pada waktunya.

seharusnya membaca,
tidak abai pada tanda-tanda.

jika waktunya sudah tiba.


22/6/19

[ ]

Friday, June 21, 2019

tiba-tiba saja

ingin menulis.

ini ingin menulis saja,
tentang hal yang tak bisa dituliskan
tentang hal yang tak bisa disebutkan
tentang hal yang tak perlu.

ada dimana waktu tak berbicara.
ada dimana saat tak diperlukan.
ada dimana saat harus hilang.

apa sih, susah amat hidupmu.

[ ]

Saturday, March 23, 2019

pilpres effect

baru kali ini, 
mencoba langsung memancing,
bagaimana pendapat pendukung
kubu capres 2019.

mencoba memahami
bagaimana jalan pikirnya,
mencoba memahami
bagaimana mereka menganalisa.

tidak bermaksud menang argumen
atau mencari pembenaran.
semata mencoba memahami.

lalu, tiba pada satu titik,
bahwa soal keyakinan 
atas satu persoalan,
tak mungkin digoyahkan.
itu baik.
karena jika yakin,
maka sesulit apapun jalannya,
pasti akan ditempuh.

hanya saja,
bagaimana keyakinan itu 
bisa dibangun sedemikian kuat,
dengan pasokan informasi seperti apa,
dengan asumsi seperti apa,
itu penting dicermati.

sisanya, seberapa besar
kerelaan hati jika keyakinan itu salah.
kebesaran hati jika nanti tak unggul.
apakah ini soal kita dengan Tuhan,
atau ini soal jalan Tuhan untuk kita.

soal keduniaan ini sedemikian mengganggu.
semoga hati dan pikiran kita,
baik-baik saja.

[pilpres2019]


Friday, March 22, 2019

untuk AN

kamu sakit,
berjuang untuk pulih.
sementara medis pesimis.

barisan sukarelawan,
puluhan teman,
bergerak dalam senyap,
bersiap, untuk baik dan buruk.
dalam irama pelan atau cepat.
tak ada lelah itu.

pulih saja, kawan. semangat saja,
lalu kembali bercanda.
itu jauh lebih membahagiakan
untuk teman-teman.

permintaan kami sederhana, bukan?

[untuk AN dan kedua putrinya]

Sunday, January 13, 2019

tulis saja

kata tokoh baik itu,
tulis saja.
mau baik, lucu, susah, biasa saja,
tulis saja.

menulis saja tanpa 
harus berambisi ada yang membaca.
jika bermanfaat, orang akan membaca.
jika tidak bermanfaat, 
tak akan orang membaca.
tak rugi juga jika tak dibaca, bukan?

jadi, tulis saja.
tanpa ambisi.

[ ]

jangan takut

jangan takut
pada sesuatu yang belum ada,
pada sesuatu yang belum nyata,
pada sesuatu yang belum terjadi.

jikapun ada, nyata dan terjadi,
bukankah itu menjadi jalan hidup?
jalani saja, hadapi saja, itulah jalanNya.
dan tak perlu takut,
tak perlu merasa sendirian.
karena pasti ada yang akan datang,
mengulurkan tangan, dan berkata
"bangkit, kutemani kamu menyelesaikan hari ini"

jangan takut.

[ ]

Sunday, January 6, 2019

kalimat, manifestasi kemampuan

hari ini menemukan,
kalimat canda,
yang memanifestasikan
kemampuan otak dan respek
yang buruk.

kalimat canda,
yang melecehkan.

mengherankan memang,
well educated, pintar, strata sekian,
tapi tak ada respek dalam kalimatnya,
bercanda melecehkan.

lebih tak habis pikir lagi,
ditujukan bahkan untuk orang dekat,
yang telah memutuskan 
untuk berjuang baginya.

entah bodoh,
entah tolol,
atau tak punya otak.
mungkin juga otaknya
berbentuk jagung rebus gosong.

tak usah setolol itu.

kalimatmu, manifestasi kemampuan otakmu.

[ ]